Sabtu, 24 Mei 2014

Marriageable

Judul : MARRIAGEABLE
Penulis : Riri Sardjono
Penerbit : Gagas Media
ISBN : 979-780-651-0
368 halaman, cetakan ke 7 2013
Pinjam dari OceMei's Little World

Blurb :
Namaku Flory. Usia mendekati tiga puluh dua. Status? Tentu saja single! Karena itu Mamz memutuskan mencarikan Datuk Maringgi abad modern untukku.

"Kenapa, sih, gue jadi nggak normal cuma gara-gara gue belom kawin?!"

"Karena elo punya kantong rahim, Darling,” jawab Dina kalem. “Kantong rahim sama kayak susu Ultra. Mereka punya expired date."

"Yeah," sahutku sinis. "Sementara sperma kayak wine. Masih berlaku untuk jangka waktu yang lama."

Mamz pikir aku belum menikah karena nasibku yang buruk. Dan kalau beliau tidak segera bertindak, maka nasibku akan semakin memburuk. Tapi Mamz lupa bertanya apa alasanku hingga belum tergerak untuk melangkah ke arah sana.

Alasanku simple. Karena Mamz dan Papz bukan pasangan Huxtable. Mungkin jauh di dalam hatinya, mereka menyesali keputusannya untuk menikah. Atau paling tidak, menyesali pilihannya. Seperti Dina, sahabatku.

"Kenapa sih elo bisa kawin sama laki?!"

Dina tergelak mendengarnya. "Hormon, Darling! Kadang-kadang kerja hormon kayak telegram. Salah ketik waktu ngirim sinyal ke otak. Mestinya horny, dia ngetik cinta!"

See??

"Oh my God!" desah Kika ngeri. "Pernikahan adalah waktu yang terlalu lama untuk cinta!"

Yup!

That’s my reason, Darling!

Pemikiran saya tentang buku ini :

Apa memang perempuan itu memiliki usia rawan menikah?

Apa memang jika perempuan yang sudah layak menikah tapi belum menikah juga dianggap tidak normal?

Seluruh Dunia tau kalau jodoh ditangan Tuhan, tapi mengapa kalau ketemu sama kenalan lama, keluarga, teman atau siapa saja yang pernah bersinggungan dengan hidup kita, pertanyaan "kapan nikah?" akan terus ada dan terus disinggung?

Apakah jika seorang perempuan belum mendapatkan jodohnya melalui usaha sendiri harus berakhir dengan perjodohan? 

Dan pertanyaan-pertanyaan seputar perempuan dan pernikahan yang masih berkeliaran dipikiran saya (sambil menghitung umur saya sendiri *tear*)

Mungkin Flory juga merasakan hal yang sama dengan saya, diusia yang sudah berkepala tiga, Flory dituntut ibunya untuk segera menikah. Seandainya Flory tidak bisa mencari jodohnya sendiri, ibunya bersedia mencarikan calon suami untuknya dan hal itupun terjadi. Flory akan dijodohkan dengan Vadin, anak dari sahabat ibunya. 

Vadin kelihatannya menyukai Flory, tapi masalahnya Flory tidak cinta (lebih kearah belum cinta) dengan Vadin, apalagi dengan pernikahan mereka yang terjadi karena campur tangan orang tua. Flory memutuskan pernikahan mereka tidak akan diwarnai dengan hubungan suami istri sampai Flory yakin dengan perasaannya. Trus Vadin gimana? apa Vadin oke-oke saja dengan keputusan Flory? apalagi teman-teman ganknya yang terkadang sepakat untuk menggoyahkan keputusan Flory. Flory semakin pusing dengan kehadiran Nadya yang mencoba merebut Vadin dari sisinya. Apakah Flory sudah jatuh cinta dengan Vadin? Flory belum terlalu yakin karena Bimo, atasan tempatnya bekerja memperlakukan Flory dengan sangat baik. Selain itu Flory kembali bertemu dengan Gilang, sang mantan yang menyesal putus dengannya.

Speechless!!!

Saya benar-benar kehabisan kata untuk novel ini. Saya semakin ternganga dengan gank nya Flory yang kalau ngerumpi selalu ada saja hal-hal yang dibahas dan hasilnya pasti ajaib dan agak nyeleneh, bikin saya ngakak-ngakak sendiri. Gank mereka ini ngingetin saya sama kdrama (hallaahhh, lagi-lagi kdrama #selftoyor) I Need Romance 3. Mereka juga ngerumpi dengan tema-tema yang hampir sama di buku ini.

sebagian pola pikir ganknya flory

Quote Favorit :

"Terlalu sederhana untuk kusadari. Tidak ada alasan untuk sebuah cinta. Karena cinta terlalu indah untuk punya sebuah alasan apapun. Selain karena cinta". ~p.286
"Kehidupan pernikahan selalu up and down, Sayang. Kamu harus belajar itu. Tapi satu yang harus kamu tahu, dia nggak pernah come and go". ~p.287
"Kupandangi satu persatu wajah teman-temanku yang sedang tertawa. Sekelompok orang yang dikuasai oleh hormon. Kadang menyebalkan, tapi selalu membuatku tertawa. Bahagia dan merasa aman. Karena aku tau, aku punya tempat untuk berlari. Mengadukan cerita hidupku, kepada lima pasang tangan yang terbuka tulus. Menyediakan bahu mereka untukku. A shoulder to cry on. That what friends are for". ~p.355 

Kalau kamu mau bintang, tinggal bilang bintang. ~P. 341



You get married not to be happy but to make each other happy.
#kapan nikaaaahhh? -__-







postingan ini diikutkan dalam :
~ Indonesian Romance Reading Challengen 2014
~ New Authors Reading Challenge 2014

8 komentar:

  1. Ehm... Uhuk... Kapan nikah liz??? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hiks.. kapan ya mak?? uummm.. *koneksi jaringan ngadat*

      Hapus
  2. Lagi baca buku ini juga. Teman-temannya Flo ini lucu banget, omongannya frontal tapi ya masuk akal :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha.. iya.. frontal tapi emang bener.. ajaib-ajaib semua mereka :D

      Hapus
  3. Hey lalaendut!

    Aku juga peminat buku sama dengan Anda. Apakah Anda punya koleksi buku elektronik (e-book)? Jaran bisa dapat buku dalam bahasa Indonesia online (yg bahasa inggris atau bahasa lain juga bagus!). Aku bersama teman2 membuat situs untuk kumpulkan dan bagikan berkas ( www.kumpulbagi.com ). Di situs ini Anda bisa membagikan dengan mudah semuanya tanpa upaya dengan registrasi dan pemberantasan ukuran dan waktu terhapus . Tidak ada pengguna premium. Semuanya gratis... Kalau Anda mau aku mohon untuk membuat koleksi buku elektronik Anda hanya butuh beberapa waktu untuk bagikan sastra yang baik dengan lainya

    Cek koleksi saya dan coba caranya http://kumpulbagi.com/Edoo/buku-sekolah-inggris-1312/list,1,1 !

    Salam

    Edo

    BalasHapus
  4. aku udah bacaaaa...ngakak plus nangis ga jelas baca buku ini..hahahaha
    dan aku benci barbie barbieeeeeeeee..

    aku suka banget kalimat "kalau kamu mau bintang,tinggal bilang bintang".

    BalasHapus
    Balasan
    1. ih.. pake nangis pulaaaa.. kenapa hayooo??? hehehe.. iya kalimat itu kalimat favorit aku juga :)

      Hapus
  5. Aku lihat ini di rak gramed. penasaran, tapi selalu gagal beli. >.<
    Makasi yaa ulasannya. Kayanya jadi dibeli ntar bulan ini. hehehe..

    BalasHapus

Review Buku di purplebookish.com merupakan pendapat pribadi yang berdasarkan penilaian subjektif terhadap buku yang saya baca. Begitu pula dengan postingan non review yang juga bersifat opini pribadi.

Purplebookish.com tidak memaksakan pembaca untuk setuju dengan semua tulisan yang dipublish. Jika ada yang ingin disampaikan atau berpendapat lain sila menulis di kolom komentar dengan bahasa yang sopan :)

P.s Saya akan menghapus komentar yang tidak berkaitan dengan postingan blog dan spam.

Mohon untuk tidak menyadur/mengcopy sebagian atau seluruh isi blog tanpa ijin :)

Terima Kasih :)


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...