Kamis, 29 Januari 2015

[Opini Bareng 2015] Ketika bertemu dengan buku penulis favorit


Hal pertama yang menjadi pertimbangan saya ketika membeli buku adalah penulis buku tersebut. Saya sangat jarang membeli buku yang penulisnya belum pernah saya dengar sama sekali, apalagi membeli buku debut seorang penulis. Karena saya takut kecewa ketika membacanya. Saya juga gampang terpengaruh dengan review bagus suatu buku dan sering penasaran sebagus apa buku tersebut dan juga sebagai pintu perkenalan saya dengan penulis-penulis lain yang bisa menjadi penulis yang saya sukai, tapi kadangkala review bagus tidak menjamin buku tersebut bagus ditangan saya. Terkadang perkenalan saya dengan penulis favorit saya pun bermula dari buku-buku yang awalnya saya baca bagus, lanjut buku ke duanya yang masih bagus menurut saya dan ketika membaca buku ketiganya saya sudah melabeli buku tersebut dari penulis favorit.

Jarang sekali saya membaca buku-buku lama penulis favorit saya. Seperti Karla M Mashar, saya awalnya membaca Love and Hocus & Pocus yang lumayan saya sukai,  kemudian saya membaca Bellamore yang bikin saya mewek dan saya mulai menyukai gaya menulisnya mba Karla ketika saya menemukan Ti amo, Tia Amoria saya langsung membelinya tanpa pikir panjang. Lalu saya penasaran dengan buku-buku lamanya, saya mencoba membaca Forever Yours yang membuat saya tidak terlalu menyukainya. Saya merasa bukan seperti buku-buku Mba Karla yang lain, Forever Yours menurut saya terlalu berisik (apakah karena saya membaca setelah buku-buku barunya terbit atau karena tahun saya membaca sangat jauh dari tahun terbit buku tersebut?) hal tersebut juga saya rasakan ketika membaca perempuan lainnya Kristy Nelwan, Dil3manya Mia Arsjad. Tapi saya bersyukur perasaan tersebut muncul ketika saya membaca karya lama mereka. Terkadang saya tidak sepenuhnya menyukai seluruh karya penulis favorit. Orizuka misalnya, saya menyukai hampir seluruh bukunya tapi tidak dengan buku cita rasa korea seperti Infinite You yang lagi-lagi berisik menurut saya. Awalnya saya berfikir Infinite You akan jauh berbeda dengan novel-novel (citarasa) korea sejenis dan saya agak kecewa setelah membacanya. Walaupun saya pecinta kdrama dan kpop tapi saya tidak menyukai adegan kdrama di novel dan fan fiction kdrama/hallyu star atau tokoh yg mirip dengan bintang2 korea.

Sama halnya seperti membaca karya-karyanya Dahlian, seperti Promise Promise, Andai Kau Tau yang membuat saya jatuh cinta dengan tulisan Mba Dahlian, tapi saya kecewa ketika membaca Casablanca yang saya hampir tidak percaya ini adalah karya Dahlian. Saya merasa Casablanca dibuat dengan sedikit pemaksaan dan ketergesaan. Ah, saya kangen dengan tulisan mba Dahlian yang membuat saya berseri (ungkapan apa ini?). Pertemuan saya dengan Windry Ramadhina, penulis favorit saya lainnya berawal dari Memory. Saya belum pernah membaca buku-bukunya mba Windry dan dari Memory pinjaman itu saya merasa klik dengan mba Windry. Saya pun lanjut dengan membaca London, Interlude dan akhirnya saya ngefans dengan Mba Windry. Saya kepo dengan beliau. Saya stalking medsosnya, saya ubek-ubek blognya, menunggu karya terbarunya, pokoknya semua hal yang berbau Windry Ramadhina membuat saya penasaran. (yang membuat saya berfikir ulang, tahun kapan kita membacanya sekalipun bukan ditahun terbitnya tidak masalah, jika buku tersebut memang bagus).

Ketika membaca Priceless Momentnya Prisca Primasari, saya berfikir buku ini mungkin tidak terlalu berbeda dengan buku-buku Prisca lainnya. Tapi setelah saya membaca Priceless Moment saya mencoret hipotesa awal saya. Saya sangat menyukai Priceless Moment, saya tidak bisa move on dan tidak membaca buku apapun selama berhari-hari. Saya masih mengulang-ngulang membaca buku tersebut dan akhirnya saya membat keputusan akan terus membaca dan menunggu buku-buku Prisca terbit.

Penulis yang membuat saya langsung jatuh cinta adalah J.K Rowling, Dan Brown, John Green dan R.J Palacio. Saya selalu memanti karya-karya mereka. Setidaknya saya akan langsung membeli buku terbaru mereka dan urusan membacanya bisa belakangan. Karena saya yakin, tulisan mereka pasti bagus. Apapun yang mereka tulis #blindlove.

Ekspektasi saya selalu tinggi jika berhubungan dengan karya-karya penulis favorit saya. Mengumpulkan semua karya penulis favorit adalah bentuk kecintaan saya terhadap mereka. Tapi, saya akan merasa sangat kecewa jika buku-buku tersebut tidak sesuai harapan saya. (backsong: sakitnya tuh disini)

(ah, ini curhat kepanjangan #dikeplak)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Review Buku di purplebookish.com merupakan pendapat pribadi yang berdasarkan penilaian subjektif terhadap buku yang saya baca. Begitu pula dengan postingan non review yang juga bersifat opini pribadi.

Purplebookish.com tidak memaksakan pembaca untuk setuju dengan semua tulisan yang dipublish. Jika ada yang ingin disampaikan atau berpendapat lain sila menulis di kolom komentar dengan bahasa yang sopan :)

P.s Saya akan menghapus komentar yang tidak berkaitan dengan postingan blog dan spam.

Mohon untuk tidak menyadur/mengcopy sebagian atau seluruh isi blog tanpa ijin :)

Terima Kasih :)


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...