Rabu, 08 April 2015

Why Everybody Needs To Read at Least 1 Romance Book?


Why Everybody Needs To Read at Least 1 Romance Book?

Kalau pertanyaan itu ditujukan ke saya, saya akan menjawab karena saya butuh sesuatu yang manis-manis (ketauan banget romance life saya nggak begitu manis) dan nggak terlalu berat untuk mengimbangi hidup saya yang berat ini (gayanya -___-). Membaca Romance membuat saya tidak perlu ribet mikir dan hanya mengikuti alur ceritanya saja. 

Membaca buku-buku romance juga membuat saya mengerti akan hidup dan tentu saja membuat saya belajar tentang percintaan (emot tutup muka). Banyak buku-buku romance yang mengajarkan untuk hidup dengan sebaik-baiknya, hidup tidak selamanya manis dan hidup itu butuh perjuangan untuk mendapatkan akhir yang indah. Buku-buku romancepun memberikan saya hal-hal yang berguna dalam suatu hubungan, bagaimana bertindak dalam suatu situasi dan kondisi tanpa merugikan pasangan atau orang lain, hal-hal yang dapat menggoyahkan suatu hubungan dan lain sebagainya.

Sebagai pembaca buku-buku Romance secara tidak langsung saya membuat kriteria tentang memilih pasangan. Padahal hidup itu tidak seindah kisah-kisah romantis di buku tapi saya berharap setidaknya saya kecipratan sedikit deh #maksa.

Seperti yang disarankan oleh vemale.com, kalau ingin survive memang butuh logika. Tapi, jangan lupa suntikkan cinta dalam hari-hari agar tidak mudah stres, tertekan dan mengalami penuaan.



8 komentar:

  1. Hahaha... iya..iya... gara-gara keseringan baca novel romance, aku juga jadi orang yang berharap punya pasangan semanis di novel romance. Tapi, realitanya susah banget. Dan, manisnya kisah romanku memang tak manis sama sekali. Makanya, aku nyari yang manis-manis dalam novel. Arg... ngenesnya T.T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Problematika pembaca romance ya, hihihi :D

      Hapus
  2. saya butuh sesuatu yang manis-manis (ketauan banget romance life saya nggak begitu manis) dan nggak terlalu berat untuk mengimbangi hidup saya yang berat ini >> cuma bisa bilang "idem" *nangis di bahunya Theo James*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahhahaa, ngapain nangis di bahu ayang akoh makkk :p cari bahu yg lain aja #eh

      Hapus
  3. aku sangat suka baca novel romance apalagi kalo penulisnya dalam negeri tetapi kadang sering berpikir,"kenapa sih cerita di kehidupan nyata nggak semanis di novel" hehehe... Sampai2 aku sama temen yg suka novel romance blg gini,"Cowok sempurna tuh hanya ada di novel". Walau begitu aku tetep suka novel romance ^^

    BalasHapus
  4. Hehe, iya, kisah cinta yang manis bikin kita jadi ikut terbawa manisnya cinta ya, apalagi kalo tokohnya aku banget, pasti kebawa sampai mimpi. Cinta bisa bikin senyum dan ketawa. Biasanya orang yang suka baca romance, bakal milih pasangan yang mirip dengan tokoh idolanya dalam novel. :D

    BalasHapus
  5. "saya berharap setidaknya saya kecipratan sedikit deh #maksa."
    RT banget! i really wish my love story kinda like my favourite novel lol klo denger cerita temen yang (beruntungnya) kayak plot di novel romance yang kubaca, pasti aku ngiri berat deeehhh uhh soalnya kan love story di novel romance penuh kejutan dan nggak ngebosenin, nggak kayak di dunia nyata

    BalasHapus
  6. seandainya kehidupan nyata seperti di novel romance #berharap punya pasangan semanis di novel romance# hehe

    BalasHapus

Review Buku di purplebookish.com merupakan pendapat pribadi yang berdasarkan penilaian subjektif terhadap buku yang saya baca. Begitu pula dengan postingan non review yang juga bersifat opini pribadi.

Purplebookish.com tidak memaksakan pembaca untuk setuju dengan semua tulisan yang dipublish. Jika ada yang ingin disampaikan atau berpendapat lain sila menulis di kolom komentar dengan bahasa yang sopan :)

P.s Saya akan menghapus komentar yang tidak berkaitan dengan postingan blog dan spam.

Mohon untuk tidak menyadur/mengcopy sebagian atau seluruh isi blog tanpa ijin :)

Terima Kasih :)


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...