Kamis, 15 Oktober 2015

[Movie Talk] If I Stay

Judul : IF I STAY
Sutradara : R.J Cutler
Penulis : Shauna Cross (screenplay). Gayle Forman (novel)
Pemain : Chloë Grace Moretz, Mireille Enos, Jamie Blackley
Tanggal rilis : 22 Desember 2014
Durasi : 1 jam 46 Menit
Genre : Drama | Romance


Gayle Forman’s best-selling novel comes to the screen in New Line Cinema’s and Metro-Goldwyn-Mayer Pictures’ drama “If I Stay,” starring Chloë Grace Moretz (“Carrie,” the “Kick-Ass” films), Mireille Enos (TV’s “The Killing,” “World War Z”), Joshua Leonard (“Higher Ground”), Jamie Blackley (“Snow White and the Huntsmen”) and Stacy Keach (“Nebraska”).

Mia Hall (Moretz) thought the hardest decision she would ever face would be whether to pursue her musical dreams at Juilliard or follow a different path to be with the love of her life, Adam (Blackley). But what should have been a carefree family drive changes everything in an instant, and now her own life hangs in the balance. Caught between life and death for one revealing day, Mia has only one decision left, which will not only decide her future but her ultimate fate.

Rounding out the main cast are Liana Liberato , Aisha Hinds, Jakob Davies and Gabrielle Rose. R.J. Cutler directed the film from a screenplay by Shauna Cross based on Forman’s novel. “If I Stay” is produced by Alison Greenspan, with Denise DiNovi, Forman and Brad Van Arragon serving as executive producers.

Cutler’s behind-the-scenes team included cinematographer John de Borman, production designer Brent Thomas, editor Keith Henderson, costume designer Monique Prudhomme and composer Heitor Pereira.

Slated for release on August 22, 2014, “If I Stay” is a presentation of New Line Cinema and Metro-Goldwyn-Mayer Pictures and will be distributed by Warner Bros. Pictures, a Warner Bros. Entertainment company, and Metro-Goldwyn-Mayer Pictures. Via ifistaymovie.com
Isn't it amazing how life is one thing and then, in an instant it becomes something else. Like here I am, Mia, the girl who thinks about the cello and Adam, and whether I get a stupid letter or not, and just like that... 

Film dibuka dengan Mia yang membaca surat kabar dengan berita tur bandnya Adam, Willamete Stone dan narasi tentang Beethoven dan keinginan Mia untuk mengejar mimpinya menjadi pemain Cello profesional. Pada saat keluarga Mia berkumpul untuk sarapan, pengumuman di radio mengatakan bahwa sekolah ditutup karena salju. Ayah dan ibunya memutuskan untuk mengunjungi sahabat mereka sekalian mampir di rumah nenek dan kakeknya. Awalnya Mia tidak ingin bepergian bersama keluarganya karena Mia menantikan surat dari Julliard, tapi berkat rayuan ibu dan ayahnya (dengan menijinkan Mia untuk menyetel musik kesukaannya--musik klasik) Miapun bersedia ikut.

Sayangnya, diperjalanan mereka mengalami kecelakan. Ayah dan Teddy kritis sedangkan ibunya meninggal saat kecelakaan. Mia selamat walau mengalami koma dan jiwanya keluar dari tubuhnya. Pada titik ini Mia mempertanyakan kembali arti kehidupannya. Apakah Mia memutuskan untuk bertahan setelah semua anggota keluarganya meninggalkannya. Apakah Mia akan meningggalkan Adam atau memutuskan untuk tetap tinggal.

Sometimes you choices in life, and sometimes choices make you.
 
Sebenarnya sudah sangat lama saya ingin menonton film ini. Ketika akhirnya If I Stay tidak jadi ditayangkan di Indonesia, saya agak kecewa karena saya sangat menyukai bukunya. Walaupun DVD nya sudah lama saya dapatkan, tetapi kemarin lah saya memutuskan untuk menontonnya.

Alur yang digunakan di film ini adalah alur maju mundur yang ditandai dengan kilas balik saat Mia koma dan gentayangan. Kilas balik dimulai saat Adam melihat Mia bermain cello di ruang seni sekolah, berlanjut saat Mia dan Adam kencan dengan menonton pertunjukan cello, berbagi ciuman pertama, menonton pertunjukan band Adam, cemburu terhadap bandmate Adam, kecintaanya pada cello, ajakan ibunya Mia kepada Adam untuk ikut berkumpul dan makan bersama di hari Minggu.  Kilas balik yang dialami Mia juga membawa saya melihat perkembangan hubungan Mia dengan Adam. Pertengkaran mereka, impian Mia, tur Bandnya Adam, pilihan Mia untuk masa depan dan cello yang menjadi mimpinya.

Secara keseluruhan saya menikmati film ini. Saya menyukai bagaimana Adam memperlakukan Mia. Adam mencintai Mia dengan semua apa yang ada pada Mia. Adam tidak masalah dengan Mia yang agak tertutup selama Mia ada di dekat Adam dan tidak memaksa Mia untuk berubah. Walau dari beberapa komentar yang saya baca, Jamie Blackley tidak terlalu cocok memerankan Adam Wilde. Menurut saya sih, Jamie memang tidak terlalu sesuai dengan bayangan saya, tapi saya suka ketika Jamie tidak dalam scene memainkan musik (apalah ini).

Setiap film adaptasi pasti memiliki perbedaan dengan bukunya begitu juga dengan If I Stay. Perbedaan yang menurut saya agak kentara adalah sedikitnya porsi Teddy di film. Jadi saya tidak terlalu tahu bagaimana sayangnya Mia terhadap adiknya. Karena Filmnya lebih banyak menitikberatkan hubungan Mia dan Adam. Pemilihan nama band Adam juga berbeda dengan versi bukunya.


Adegan favorit saya adalah saat Mia memainkan cello dihadapan keluarganya, saya setuju bahwa moment tersebut adalah moment terbaik Mia. Saya juga menyukai ketika Mia dan Adam menghabiskan waktu berdua (adegan Mia yang bermain skateboard) saya juga  menyukai suasana saat itu dan saat Adam menyanyikan lagu yang dituliskan untuk Mia di Rumah Sakit, karena bagi Adam tidak terbiasa menulis sebuah lagu pada saat merasakan kebahagiaan. Saya termehek ketika Mia memikirkan Teddy, bahwa Teddy tidak akan pernah dewasa, tidak pernah mencium seorang gadis dan tidak pernah lainnya yang tidak akan dilakukan Teddy #tetibamelow. 

---

Mia Hall: What am I gonna do? I am being completely torn in half.

Kat: You're going to go to Julliard and play the hell out of your cello. Or, you're not. You're gonna stay with Adam and have lots of amazing adventures. Or you're not. Or maybe tomorrow, the Earth's gonna smash into a meteor, or it's not. Life is this big fat gigantic stinking mess. But that's the beauty of it too. Whatever you do, I support you. Either way, you win. And also either way there's something that you lose. What can I say, baby? True love's a bitch. (via imdb.com)


 I'm still here and i'm crazy in love with you. Please... stay. I promise to not go away, if you promise to stay. I'll let you go if you stay ---Adam











4 komentar:

  1. aku nggak suka sama pemeran Adam, huhuhu, merusak imajinasi T.T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau untuk sosok rockernya, si Jamie memang kurang nendang kak :D

      Hapus
  2. Belum pernah nonton filmnya,
    tapi jadi penasaran pingin baca bukunya :)

    BalasHapus

Review Buku di purplebookish.com merupakan pendapat pribadi yang berdasarkan penilaian subjektif terhadap buku yang saya baca. Begitu pula dengan postingan non review yang juga bersifat opini pribadi.

Purplebookish.com tidak memaksakan pembaca untuk setuju dengan semua tulisan yang dipublish. Jika ada yang ingin disampaikan atau berpendapat lain sila menulis di kolom komentar dengan bahasa yang sopan :)

P.s Saya akan menghapus komentar yang tidak berkaitan dengan postingan blog dan spam.

Mohon untuk tidak menyadur/mengcopy sebagian atau seluruh isi blog tanpa ijin :)

Terima Kasih :)


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...