Jumat, 27 November 2015

Cinder (The Lunar Chronicles #1)

Judul : CINDER
Penulis : Marissa Meyer
Penerbit : Spring Publisher
Penerjemah : Yudith Listiandri
Series : The Lunar Chronicles #1
ISBN : 9786027150546
384 halaman, cetakan ke I, 2016
My Rating : 4/5

Blurb


Wabah baru tiba-tiba muncul dan mengecam populasi penduduk Bumi yang dipenuhi oleh manusia, cyborg, dan android. Sementara itu, di luar angkasa, orang-orang Bulan mengamati mereka, menunggu waktu yang tepat untuk menyerang.

Cinder—seorang cyborg—adalah mekanik ternama di New Beijing. Gadis itu memiliki masa lalu yang misterius, diangkat anak dan tinggal bersama ibu dan dua orang saudari tirinya. Suatu saat, dia bertemu dengan Pangeran Kai yang tampan. Dia tidak mengira bahwa pertemuannya dengan sang Pangeran akan membawanya terjebak dalam perseteruan antara Bumi dan Bulan. Dapatkah Cinder menyelamatkan sang Pangeran dan Bumi?

Cinder Linh, cyborg dan mekanik yang handal di New Beijing. Tinggal bersama Adri, ibu tirinya dan dua saudara tiri, Pearl dan Peony. Cinder memiliki stan di pasar mingguan New Beijing. Suatu hari Pangeran Kai datang ke stannya untuk memperbaiki Nainsi, androidnya yang rusak. Setelah pangeran pergi, pasar dievakuasi karena salah satu pemilik stan bakery, Chang Sacha terjangkit wabah Letumosis. Penyakit yang juga dialami oleh Kaisar Rikan dan belum ada obat yang dapat menyembuhkannya.


Pada saat Cinder pergi kepenampungan barang rongsokan bersama Iko dan Peony mencari magbelt untuk hover ibu tirinya, Peony terjangkit wabah. Dengan penuh kemarahan dan kebencian Adri menyerahkan Cinder untuk dijadikan relawan pengujian wabah. Sebuah regulasi cyborg yang berperan sebagai kelinci percobaan dalam pengujian vaksin. Walau menolak, Cinder tidak dapat berbuat banyak karena dia berada dibawah perwalian Adri. Di tempat penelitian Cinder bertemu dengan Dr. Dimitri Erland. Ketika Dr. Erland menyuntikkan Letumosis ke tubuh Cinder, ternyata Cinder memiliki kekebalan terhadap wabah tersebut. Membuat Cinder berharap Peony dapat diselamatkan. Dr. Erland juga menemukan fakta tentang Cinder yang selama ini tidak diketahuinya. 

Ratu Bulan, Levana menawarkan aliansi perdamaian dengan bumi. Ratu Levana memiliki kemampuan untuk memanipulasi dan mencuci otak agar menyukai dan patuh tehadapnya. Ratu Levana juga menginginkan pernikahan dengan Pangeran Kai yang akan dinobatkan menjadi Kaisar New Beijing. Cinder yang mengetahui maksud jahat Ratu Levana dari chip D-COMM yang terpasang pada Nainsi bermaksud untuk menghalangi keinginan Ratu Levana dan tanpa disadarinya kenekatannya datang ke pesta dansa mengubah hidupnya.


Saya suka sekali dengan Lunar Chronicles #1 ini. Ide ceritanya tentang fairy tales dan dikemas dengan gaya berbeda membuatnya lebih menarik dan terasa futuristik. Cinder merupakan retelling dari Cinderella tanpa meninggalkan unsur yang selama ini kita kenal, seperti ibu tiri dan saudara tiri yang kejam (dibuku ini salah satu saudara tirinya, Peony menyayangi Cinder), gaun pesta, sepatu kaca yang sudah dimodifikasi (tanpa bantuan ibu peri) dan pesta dansa itu sendiri. Saya menyukai Cinder yang tidak manut saja dengan perlakuan ibu tirinya. Saya juga menyukai bagaimana Pangeran Kai memperlakukan Cinder dan saya sangat membenci Ratu Levana, lebih dari Adri dan Pearl. Ratu Levana dan kerudungnya mengingatkan saya pada Women in black.

Setting cerita yang berada di Third Era setelah perang dunia ke empat membuat kisah ini sangat seru untuk diikuti. Dimana pada saat itu Cyborg dan Android hidup berbaur dengan manusia bumi walau kastanya lebih rendah, tapi dengan apa yang terjadi pada Cinder, saya rasa Cyborg dan Android akan mengalami revolusi. Saya juga ingin tahu sebenarnya apa yang terjadi di bulan. Ending kisah ini pun membuat saya penasaran dengan nasib pangeran Kai dan Cinder selanjutnya.

Untuk terjemahannya seperti biasa saya menyukai terjemahan penerbit spring yang enak dibaca, walau kata 'naksir' sempat membuat saya tertawa. Footnotenya juga sangat membantu saya memahami istilah-istilah atau kata baru yang digunakan.

Serial Lunar Chronicles dimulai dengan Cinder, kemudian berlanjut ke Scarlet (Red Riding Hood), Cress (Rapunzel) dan terakhir Winter (Snow White) yang akan diterbitkan mulai awal tahun 2016 nanti dan Purple Bookish berkesempatan untuk membaca Cinder lebih awal, terima kasih Penerbit Spring atas kesempatannya:) saya tidak sabar menunggu terbitnya serial ini.

Ah tidak apa-apa kan kalau saya membayangkan Kim Soo Hyun Sebagai Pangeran Kai :D


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Review Buku di purplebookish.com merupakan pendapat pribadi yang berdasarkan penilaian subjektif terhadap buku yang saya baca. Begitu pula dengan postingan non review yang juga bersifat opini pribadi.

Purplebookish.com tidak memaksakan pembaca untuk setuju dengan semua tulisan yang dipublish. Jika ada yang ingin disampaikan atau berpendapat lain sila menulis di kolom komentar dengan bahasa yang sopan :)

P.s Saya akan menghapus komentar yang tidak berkaitan dengan postingan blog dan spam.

Mohon untuk tidak menyadur/mengcopy sebagian atau seluruh isi blog tanpa ijin :)

Terima Kasih :)


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...