Kamis, 10 Desember 2015

Romansa perkebunan anggur dalam Blue Vino

Judul : BLUE VINO
Penulis : K. Fischer
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 9789792280197
328 halaman, cetakan ke I, 2013
My Rating : 3.5/5

Blurb :

Mereka terdiam. Tanpa kata, namun bukan tanpa makna. Ketika cinta menebarkan mantranya, sebuah senyum mampu membuka seluruh bulir rasa.

Langenlois. Wilayah perkebunan anggur di selatan Austria itu menjadi tempat Roz menyembuhkan luka hati karena dikhianati rekan kerjanya.

Di tengah deretan pohon anggur serta penduduk pedesaan yang ramah dan menyenangkan, Roz berharap bisa menata lagi kehidupan pribadinya yang terlupakan demi ambisinya berkarier.

Bjorn Baum dan Dagny Kerulaner adalah dua pria yang membuat Roz menemukan sisi lain dirinya. Tapi tak disangka oleh Roz, satu dari dua pria tersebut melakukan hal keji yang nyaris membuat Roz melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya.
 "Ada yang aneh rasanya jika aku tahu ada masalah, terus aku hanya diam-diam saja. Sok tidak tahu. Apalagi kalau aku tahu, kalau aku dapat membantu. Biarpun sedikit."

Rosalia atau Roz seorang wanita workaholic dan memiliki julukan miss fix-it memutuskan cuti kerja karena dikhianati rekan kerjanya, Hubert. Hubert mengklaim semua kerja keras Roz tanpa sedikitpun merasa bersalah. Apalagi ketika atasannya meminta Hubert untuk ikut international meeting yang selama ini dihadiri Roz. Sakit hati atas perlakuan Hubert, Rozpun mengikuti Lisa, sekretarisnya ke Langenlois. Wilayah perkebunan anggur di selatan Austria. Roz ingin memberi pelajaran ketidakhadirannya selama tiga minggu akan berpengaruh pada proyek kantornya.

Langenlois adalah perkebunan anggur yang indah. Kota Wine terbesar se Austria. Roz takjub dengan apa yang ditemuinya disana. Roz juga bertemu dengan Bjorn Baum, aktor film action terkenal. Bjorn adalah lelaki yang mudah dekat dengan orang lain dan sering merayu Roz. Ketika kembali dari memanen anggur, Roz bertemu dengan Dagny Kerulaner, pemilik tanah Kerulaner yang juga menjual anggur yang diolah secara organic. Awalnya Roz curiga dengan Dagny yang brewokan dan sedikit kaku. Tapi setelah menghabiskan waktu bersama, perlahan Roz mulai merasa nyaman dengan Dagny. Selain dua lelaki yang menarik hatinya, Roz juga terlibat dalam urusan bisnis keluarga Lisa yang terlilit hutang dan terancam bangkrut. Disaat hatinya mulai yakin dengan perasaan yang dimilikinya, Roz mengetahui sebuah rahasia yang mengubah hidupnya. Mampukah Roz sang miss fix it menyelesaikan masalah yang dihadapinya dan membantu bisnis keluarga Lisa?

source
Setelah menyelesaikan Denting Lara saya melanjutkan membaca buku mba K.Fischer yang lain. Sedikit saya mulai memahami gaya menulis mba K.Fischer dan ternyata saya masih suka. Padahal buku ini lebih dulu terbit dibandingkan dengan Berlabuh di Lindoeya.

Saya menyukai deskripsi Langenlois yang ditulis mba K.Fischer membuat saya ingin menikmati langsung indahnya perkebunan anggur dan tinggal di Hennerhof, rumah Lisa. Walau awal saya sempat bosan dengan deskripsi yang sangat detil dan panjang, tapi semakin saya membuka halaman selanjutnya semakin saya tidak ingin berhenti. 

Bjorn dan Dagny pun membuat saya seperti Roz yang menyukai dua lelaki tersebut (sebelum hal --keji yang ada di blurb terjadi dan sebelum Bjorn terlalu gampang menganggap hubungan pria dan wanita). Tapi saya lebih menyukai sosok Dagny yang tenang dan sangat menghormati wanita. Dagny juga tidak mudah mengeluarkan bujuk rayu seperti Bjorn. Dagny terlihat menarik dengan apa yang ada di dirinya. Ah saya sangat menyukai adegan ketika Dagny dan Roz melihat kembang api dan pada saat mereka menyusuri bungker bawah tanah. Saya juga ikut deg deg an seperti Roz. Awalnya saya agak sebel dengan Roz yang terlalu mudah jatuh dalam pesona laki-laki. Saya sebal begitu mudahnya Roz berpaling dari satu laki-laki ke laki-laki lain. Saya juga sebal ketika Roz pergi begitu saja dari Dagny tanpa mau mendengar penjelasan lebih lanjut. Tapi ke-sebal-an saya itu hilang ketika Roz mengakui kesalahannya.

Membaca buku ini membuat saya lebih mengenal hal yang berkaitan dengan anggur. Saya juga mendapatkan informasi tambahan tentang proses pembuatan wine. Blue Vino tidak hanya menyajikan ladang anggur yang indah tapi romansa yang menghangatkan hati.

"In Vino Veritas, kata orang. Di dalam wine terdapat kebenaran."


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review Buku di purplebookish.com merupakan pendapat pribadi yang berdasarkan penilaian subjektif terhadap buku yang saya baca. Begitu pula dengan postingan non review yang juga bersifat opini pribadi.

Purplebookish.com tidak memaksakan pembaca untuk setuju dengan semua tulisan yang dipublish. Jika ada yang ingin disampaikan atau berpendapat lain sila menulis di kolom komentar dengan bahasa yang sopan :)

P.s Saya akan menghapus komentar yang tidak berkaitan dengan postingan blog dan spam.

Mohon untuk tidak menyadur/mengcopy sebagian atau seluruh isi blog tanpa ijin :)

Terima Kasih :)


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...