Rabu, 17 Februari 2016

Jodoh Pasti Bertamu

source

"Kapan nikah?"
Akhir-akhir ini pertanyaan tersebut sering dialamatkan kepada saya. Awalnya sih saya santai saja menanggapinya. Toh, mau saya nikah sekarang atau nanti mereka juga tidak berkontribusi apa-apa. Tidak juga mengenalkan seseorang kepada saya atau membantu pernikahan saya dengan bantuan moril maupun materi. Tapi lama-lama saya kesal sendiri. Pertanyaan itu menjadi basa basi yang emang basi banget buat saya. Seperti tidak ada kata lain yang oke untuk ditanyakan. Seakan jika sang penanya sudah menikah, hidupnya akan bahagia sentosa. Sampai dikantor pun saya mendeklarasikan diri menjadi duta anti verbal bullying #Hayati lelah bang.

Btw maafkan intro panjang di tulisan ini (kesempatan curcol sih -__-) saya akan menulis kembali buku yang menggambarkan bahwa jodoh itu ya nggak akan kemana. Jodoh itu akan datang disaat yang tepat yang telah ditentukan Tuhan. Kita juga tidak tau siapa yang akan menjadi jodoh kita. Bisa saja orang terdekat, orang yang tak disangka atau orang yang baru saja dikenal. Saya sih sampai saat ini masih woles walau agak males menjawab pertanyaan usil bin kepo itu (yah walaupun jodoh para tokoh di buku adalah kuasa tangan penulis).

Dan sebagian buku-buku tersebut adalah :



1. Walking after you
Buku ini sampai sekarang masih menjadi buku terfavorit dari semua bukunya Windry Ramadhina. Dari buku ini saya juga belajar untuk dapat memaafkan diri sendiri dan kembali membuka diri. Dan siapa sangka seseorang yang menyebalkan adalah orang yang pedulian. Siapa sangka jodoh An bukanlah orang yang dari awal dicintainya.


2. Insya Allah, Sah !
Walau saya agak geregetan membacanya tapi dari buku ini saya semakin yakin bahwa belum tentu seseorang yang akan menikahi kita adalah jodoh yang sebenarnya. Bisa saja suatu hal terjadi diluar kehendak dan kendali diri.


3. Marriageable
Pernikahan juga bisa saja datang dari suatu perjodohan. Perjodohan yang bisa saja memang disetujui kedua belah pihak, campur tangan orang tua atau dicomblangin sahabat. Tapi intinya walau terkadang awalnya aneh menikah karena dijodohkan biasanya pernikahan ini lebih langgeng (Merujuk keluarga dan sahabat saya). Siapa bilang perjodohan itu tidak akan membuat bahagia? Asal kedua belah pihak saling berusaha menjaga pernikahan tersebut. Berusaha untuk menemukan cinta dan mana mungkin Tuhan tidak menganugrahkan cinta ketika kita telah berjanji di hadapan sang pemilik cinta.


4. Coup(l)ove
Sahabat menjadi cinta. Saya termasuk orang yang percaya tidak percaya sahabatan dengan lawan jenis dapat menimbulkan perasaan baru. Karena saya juga pernah suka dengan sahabat saya sendiri dan saya juga memiliki sahabat yang kadar perasaan saya biasa-biasa saja. Menurut saya jika seorang sahabat memutuskan menjadi kekasih dan menikah, karena bagi mereka tidak ada yang sebaik dan senyaman sahabatnya.


5. Promises Promises
Terkadang cinta datang setelah kesempatan kedua. Karena setiap orang layak untuk mendapatkan satu kesempatan lagi. Kesempatan untuk meperbaiki keadaan dan memperbaiki hubungan serta belajar dari kesalahan masa lalu.

Sebenarnya masih banyak buku-buku romance lain yang membahas tentang menemukan cinta sejati dan saya rasa kelima buku tersebut dapat mewakili perjalanan pencarian cinta dan menjadi inspirasi menjawab pertanyaan kepo maksimal itu #eh.


10 komentar:

  1. Paling suka dengan Marriageable, paling favorit soal buku bertema perjodohan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga suka banget kak sama Marriageable :D

      Hapus
  2. ini emang judulnya jodoh pasti bertamu ya lis? Bukan jodoh pasti bertemu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak, soalnya kan nanti kalau saatnya tiba jodoh akan bertamu kerumah #eakkk #alibi

      Hapus
  3. Baca buku begini seolah menjadi sindrom tersendiri untuk kalangan wanita yang masih single.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe.. kalau buat aku sih lebih sebagai hiburan :)

      Hapus
  4. Yang cocok buat cowok dari kelima buku di atas yang mana ya? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh, aku bingung jawabnya, hehehee :D

      Hapus
  5. Balasan
    1. Coba baca deh Des, walau agak lama juga kisahnya :P

      Hapus

Review Buku di purplebookish.com merupakan pendapat pribadi yang berdasarkan penilaian subjektif terhadap buku yang saya baca. Begitu pula dengan postingan non review yang juga bersifat opini pribadi.

Purplebookish.com tidak memaksakan pembaca untuk setuju dengan semua tulisan yang dipublish. Jika ada yang ingin disampaikan atau berpendapat lain sila menulis di kolom komentar dengan bahasa yang sopan :)

P.s Saya akan menghapus komentar yang tidak berkaitan dengan postingan blog dan spam.

Mohon untuk tidak menyadur/mengcopy sebagian atau seluruh isi blog tanpa ijin :)

Terima Kasih :)


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...