Rabu, 21 Desember 2016

FOREVER MONDAY

Judul : FOREVER MONDAY
Penulis : Ruth Priscilia Angelina
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 9786020310060 
320 halaman, cetakan ke I, 2014
My Rating : 3.5/5

Entahlah saya agak bingung bagaimana mereview buku ini. Terlalu banyak konflik yang dialami oleh para tokoh yang semuanya saling berkaitan dan terkadang membuat saya geleng-geleng kepala. Pada saat saya berpikir "oh, mungkin seperti ini", tetapi penulis berkehendak lain dengan memberikan drama yang lain. Awalnya saya cukup pusing tapi saya memaksakan untuk terus membaca.


Buku ini terdiri dari empat tokoh utama, yaitu Eras Uparengga, Ingga Yatalana, Kale Samapta dan Rara Andari. Buku ini juga terdiri dari sudut pandang ke empat karakter dan dari beberapa tokoh lainnya yang semuanya berperan penting. Blurbnya pun sudah menggambarkan hampir keseluruhan isi buku.

Buku ini menurutku jauh jauh jauh lebih baik dari buku Ruth yang aku baca sebelumnya. Walau ada beberapa bagian yang rada maksa, lebay dan nggak masuk akal tapi worth it buat terus dibaca sampe jam tiga pagi. Aku suka dengan dialog-dialog nya yang nggak bikin diabetes walau kadang too much sarkas dan sinis. Buku ini juga bertabur makian yang lucunya aku lumayan suka. "Mati kamu nanti"  menurutku menjadi another tagline buku ini.

Agak kecewa sih dengan keputusan Kale dalam menjalani hidup. Menurutku cukup Tante Wira yang menempuh jalur itu. Entahlah aku nggak terlalu bersimpati dengan Ingga setelah apa yang terjadi, padahal di awal aku cukup suka dengan karakternya.

Yang menjadi pertanyaanku adalah masa sih Ingga nggak menyadari hal yang aneh dengan tubuhnya, seperti yang Kale pikirkan, seandainya Eras tau mungkin akhir mereka tidak seperti itu. Yah tapi siapa yang bisa melawan takdir yang diciptakan penulis? Padahal aku udah greget aja dengan Adinata, Kale dan Eras itu punya kerajaan bisnis yg gak main-main, masa bisa kalah dengan bapak tua renta sih. Untungnya penulis memberikan ending yang sepadan untuk Adinata *evil laugh*.

Aku menyukai endingnya yang menurutku terlalu didramatisasi.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Review Buku di purplebookish.com merupakan pendapat pribadi yang berdasarkan penilaian subjektif terhadap buku yang saya baca. Begitu pula dengan postingan non review yang juga bersifat opini pribadi.

Purplebookish.com tidak memaksakan pembaca untuk setuju dengan semua tulisan yang dipublish. Jika ada yang ingin disampaikan atau berpendapat lain sila menulis di kolom komentar dengan bahasa yang sopan :)

P.s Saya akan menghapus komentar yang tidak berkaitan dengan postingan blog dan spam.

Mohon untuk tidak menyadur/mengcopy sebagian atau seluruh isi blog tanpa ijin :)

Terima Kasih :)


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...