Senin, 31 Juli 2017

Three Sisters



Menceritakan tiga orang kakak beradik dengan masalahnya masing-masing. Rera, anak sulung yang masih jomblo, sibuk dicarikan jodoh oleh orang tuanya dan menghadiri kencan buta. Gina, anak tengah yang sudah menikah dan punya dua anak yang aktif, tapi merasa tertekan, nggak bebas dan berharap dapat melajang kembali dan Yumi, sang adik yang belum juga dikaruniai anak plus memiliki mertua yang rewel.

Membaca buku ini rasanya nano-nano. Agak sebel dengan Rera yang kelewat pemilih dan menurutku dia selalu ilfeel dengan laki-laki yang dikenalin. Ada saja hal nggak penting yang bikin dia nggak sreg (tapi sikapnya dengan laki-laki yang ngejelekin mantannya itu menurutku tepat #pembacalabil). Maksudnya dia itu baru ketemu loohh dan langsung ngejudge a book by its cover, tapi emang sih kadang penilaian pertama itu menentukan #pembaca nggak konsisten. 

Masalah Gina yang paling bikin geregetan. Seperti yang Rera katakan kehidupan Gina adalah setiap hal yang diinginkan wanita lain, tapi toh Gina masih saja merasa terjebak dengan kehidupannya. Gina tidak pernah berkomunikasi dengan baik terhadap suaminya, tidak pernah menjadi sebenarnya ibu terhadap anak-anaknya. Yang dia lakukan hanyalah marah, mengeluh dan kurang bersyukur. Aku juga kurang suka dengan sikapnya yang main api diluar rumah dan keputusannya yang menurutku agak labil.

Masalah Yumi itu datang dari ibu mertuanya yang nyinyir, hahahaha dan beruntung suaminya, Ozi masih support dan tidak menyalahkan keadaan, hubungan mereka yang paling sweet sih menurutku. Tapi suaminya agak gimana ya dengan ibunya #dikeplak. Untung suaminya akhirnya tegas dan tidak menuruti keinginan ibunya yang sepihak itu. Tegas bukan berarti menjadi anak yang durhaka. Setidaknya ibu suaminya ini tau batas ikut campur dalam masalah rumah tangga anaknya. Lagian anak itu haknya Tuhan yang mau dititipin ke kita atau enggak, 

Seengaknya baca buku ini bikin aku nambah wawasan dalam mengarungi rumah tangga yang nggak selamanya mulus dan juga penuh lika liku, cielleehh bahasa gue :D


Kadang beberapa orang itu lucu. Tidak menyadari bahwa apa yang mereka miliki saat ini, mungkin sedang diidam-idamkan oleh orang lain. Lantas kenapa mereka malah memilih melepaskan sesuatu yang telah mereka genggam, yang mana orang lain tak punya. (P.224)

Jadi ingat pepatah, rumput tetangga memang lebih hijau :p


Btw, ada beberapa typo yang bikin ganggu dan aku sampe baca berulang biar ngeh maksudnya apa :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review Buku di purplebookish.com merupakan pendapat pribadi yang berdasarkan penilaian subjektif terhadap buku yang saya baca. Begitu pula dengan postingan non review yang juga bersifat opini pribadi.

Purplebookish.com tidak memaksakan pembaca untuk setuju dengan semua tulisan yang dipublish. Jika ada yang ingin disampaikan atau berpendapat lain sila menulis di kolom komentar dengan bahasa yang sopan :)

P.s Saya akan menghapus komentar yang tidak berkaitan dengan postingan blog dan spam.

Mohon untuk tidak menyadur/mengcopy sebagian atau seluruh isi blog tanpa ijin :)

Terima Kasih :)


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...