Senin, 09 November 2015

So, I Married The Anti-Fan

Judul : SO, I MARRIED THE ANTI-FAN
Penulis : Kim Eun Jeong
Penerbit : Haru Publisher
ISBN : 978-602-7742-61-1
525 halaman, cetakan ke I, 2015
My Rating : 3.5/5

Blurb



Aku tinggal dengan idola paling terkenal se-Korea.Tapi Aku adalah antifan-nya.

H, salah satu bintang pemicu hallyu wave akan tinggal dengan antifan-nya dalam sebuah variety show.

Mr. H: Tentu saja aku bisa menangani antifan-ku. Aku ini pria yang penuh dengan kejutan.

Ms. L: Sebagai antifan-nya, aku akan membuka semua rahasia busuknya. Lihat saja nanti.

Begitu berita itu keluar, para fans Mr. H segera membentuk pertahanan untuk melindungi idolanya.

Dan jika Ms. L melukai Mr. H barang sedikit pun maka mereka tidak segan2 untuk bertindak.


Rencana 1.Mengirimkan E-mail tanpa nama ke perusahaan majalah lain. 'Hu Joon Si Muka Dua'.
Rencana 2. Meletakkan surat peringatan di depan rumah Hu Joon. 'Aku Tahu Rahasiamu'.
Rencana 3.Menempelkan poster di depan kantor Hu Joon. 'Kepribadian Ganda Hu Joon', 'Perlakuan kasar Hu Joon pada Wanita, Ia Bukan Idola Kami Lagi'.

Lee Geun Yong, wartawan di sebuah majalah wanita bertugas untuk meliput acara pembukaan Klub Benny milik rapper JJ-- salah seorang anggota grup dance Soul. Acara tersebut dihadiri banyak selebriti termasuk bintang hallyu korea, Hu Joon. Secara tidak sengaja Geun Yong melihat Hu Joon bertengkar dengan seorang gadis di toilet klub. Bukan hanya bertengkar, Hu Joon juga mendorong gadis tersebut yang telah berurai air mata dengan kasar. Geun Yong merasa Hu Joon bukanlah pria baik seperti image yang selama ini diperlihatkannya dihadapan publik. Ketika Geung Yon kembali ke toilet karena mual, tidak sengaja Geung Yong muntah di sepatunya Hu Joon yang membuat sang bintang murka dan Hu Joon bertambah murka ketika memergoki Geung Yong kembali muntah di dekat mobil yang ternyata milik Hu Joon. Hu Joon yang suasana hatinya memburuk tidak menerima permintaan maaf Geun Yong dan mengeluarkan kata-kata kasar hingga membuat Geung Yong kesal dan mengancam untuk menyebarkan insiden yang terjadi di toilet. Ancaman tersebut tidak membuat Hu Joon takut dan malah memberikan peringatan kepada Geun Yong.


Jelas Hu Joon bukan selebriti biasa karena keesokan harinya kepala bagian memberhentikan Geun Yong dari tempat bekerja dengan alasan Geun Yong telah bertindak macam-macam terhadap Hu Joon. Geung Yong tidak rela diperlakukan secara tidak adil, apalagi ketika berhenti bekerja dia tidak dapat membayar cicilan, tagihan dan harus menumpang di rumah sahabatnya yang terus mengusirnya. Walau Geung Yong juga merasa pemecatannya dikarenakan kemampuannya yang kurang dan tidak ada semangat kerja, tapi tetap saja semua itu adalah kesalahan Hu Joon. Seandainya Hu Joon tidak menghubungi perusahaannya, Geun Yong yakin dirinya masih bekerja sebagai wartawan.

Geun Yong pun mencari keadilan dengan mengirimkan cerita tentang insiden di toilet ke situs online, mendatangi rumah Hu Joon (dan diusir satpam), berdemo di agency tempat Hu Joon bernaung dan berakhir dengan perkelahian antara Geun Yong dan fans Hu Joon hingga akhirnya seorang wartawan bersedia mewancarai Geun Yong. Tapi artikel yang ditulis membuat posisi Geun Yong semakin sulit. Geun Yong pun mulai dibenci oleh netizen dan fans Hu Joon. Apalagi saat Hu Joon talk show di salah satu acara tv, Hu Joon menganggap anti fan seperti fannya sendiri dan akan menjaga anti fannya. Hal tersebut tidak membuat Geung Yong mundur, malah Geung Yong semakin rajin memberikan komentar negatif terhadap Hu Joon.

PD Han yang terkenal akan tangan midasnya dalam program variety show mengambil kesempatan masalah Hu Joon dan anti fannya. PD Han menawari Geun Yong untuk ikut membintangi 'So I Married the Anti-Fan' sebuah acara yang melibatkan artis dan anti fan untuk tinggal bersama dan melakukan kegiatan bersama, seperti idol dan manajer. Dengan imbalan yang lumayan besar, cukup untuk membayar tagihan dan cicilan, Geun Yong menyetujui tawaran tersebut sekaligus membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah dan bertekad untuk membuka topeng yang selama ini digunakan Hu Joon. Hu Joon pun bersedia ikut karena ingin membuktikan bahwa dia tidak takut dan sebagai upaya untuk memulihkan imagenya yang sedikit tercemar karena berita anti fan.

Acara tersebut awalnya sebagai ajang balas dendam Geun Yong terhadap Hu Joon. Geun Yong berusaha untuk mengusili Hu Joon dan dibalas oleh Hu Joon. Mereka seperti Tom & Jerry yang selalu ribut dan tak ada habisnya. Tapi perlahan acara tersebut membuat mereka lebih mengenal satu sama lain. Hu Joon pun nyaman berbagi rahasianya dengan Geun Yong karena gadis itu tidak berpura-pura menyukainya walau tidak selamanya mereka dalam mood yang baik. Perlahan Geun Yong mulai menemukan sisi lain Hu Joon yang membuat Geun Yong dilema. Geung Yong mulai memahami setiap tindakan yang dilakukan Hu Joon dan alasan dibalik tindakannya itu,

“Jadi, intinya, merayu anti-fan itu supaya menjadi fan kita. Dan kalau itu berhasil, kita lakukan hal yang sama ke anti-fan nomor 2, begitu seterusnya? Lalu sekitar 100 tahun lagi, berarti semua orang di Korea ini berubah menjadi fanku, begitu?” (P.76)

Sebelumnya maafkan review saya yang lumayan panjang ini. Buku yang lumayan tebal dan menarik menurut saya. Membaca buku ini seperti menonton kdrama dan sepanjang cerita saya tidak berhenti tertawa membayangkan ekspresi Hu Joon. Hu Joon yang bintang hallyu juga merupakan seorang manusia yang memiliki beragam emosi . Hanya karena status selebriti kehidupan Hu Joon dianggap menarik oleh orang lain. Hidup sebagai selebriti juga harus siap tidak memiliki privacy dan ketika Hu Joon memiliki seseorang yang harus dilindunginya, saya paham dengan keputusan yang diambilnya. 

Geun Yong adalah wanita yang biasa ada di kdrama. Tipe perempuan yang ceroboh, berpikir pendek, selalu cepat menyimpulkan sesuatu tapi tulus terhadap orang lain. Awalnya saya sebal dengan Geung Yong yang seenaknya saja menyalahkan orang lain, tapi siapa yang tidak panik diberhentikan kerja setelah insiden memalukan dan terlilit utang. Hu Joon dan Geun Yong memang sangat serasi dan saling melengkapi #ketawangakak.

Buku ini juga menyinggung selebriti yang kebanyakan bertindak sesuai kemauan fansnya, ibaratnya tubuh sang selebriti adalah milik fans. Bagaimana informasi menyebar begitu cepat dalam bentuk yang beragam dan bisa saja membunuh karir sang artis. Netizen yang sesuka hati mengomentari dan hanya mengomentari keburukan artis tanpa mengetahui kebenaran yang sesungguhnya. Buku ini juga menyinggung kontrak yang hanya menguntungkan agency. Saya jadi teringat kasus idol korea yang sering menuntut agencynya karena kontrak yang merugikan dirinya. Menjadi selebriti di Korea rasanya lebih berat, harus kuat mental dan tahan banting. Saya tidak mengetahui bagaimana reaksi publik ketika Hu Joon telah memiliki kekasih, karena tidak dijelaskan secara rinci. Setau saya banyak artis yang menyembunyikan status hubungan mereka. Mereka harus melihat apakah publik setuju atau tidak. Jika agency mengumumkan status hubungan artisnya, saya rasa jika hubungan mereka memberikan keuntungan tehadap perusahaan.

Menurut saya terjemahan buku ini sangat enak buat dibaca walau ada beberapa typo yang saya temukan, tetapi tidak mengurangi keasyikan membaca. Untuk kavernya saya lebih menyukai edisi perdana, tapi untuk kualitas kertas saya menyukai kertas yang digunakan untuk buku kuning ini.

"Cerita mengenai selebriti yang tidak akan terlupakan itu bisa dihitung dengan jari. Biasanya seminggu, atau paling lama dalam satu bulan, cerita ini juga akan lenyap di masyarakat. Tapi, hanya karena  satu gosip ini, kehidupan selebriti ini menjadi terancam dan akibatnya banyak orang dibelakangnya yang dirugikan. Kita memang mempunyai hak untuk tahu, tapi bukankah sebaiknya kita juga menghargai haknya untuk meolak berbicara mengenai masalah pribadinya? Memang apa bedanya jika kita mengetahui satu lagi rahasia kehidupan pribadinya?" (P.381)

12 komentar:

  1. Hai kak^^, saya pengunjung baru di blog ini, hehe. Salam kenal, ya, kak...
    Nggak gampang juga sih ya jadi artis, banyak suka dukanya, banyak antifan pula, kayak Hu Joon misalnya. Jadi penasaran nih sama cerita Hu Joon bersama Geun Yong si antifannya

    BalasHapus
  2. Waaaahhhhh udah punya dua novelnya >_<
    Aku belun satu pun :(

    "Tubuh idola itu milik fans" kalimat ini jadi inget sama fan service yang biasa dilakukan idola di atas panggung. Misal meluk-meluk penggemar atau member lainnya untuk idol grup sehingga bikin penonton teriak-teriak. Atau ada yabg lebih gila misalnya untuk idol lelaki berdandan ala perempuan kayak Aziz Gagap trus joget-joget lagu girl grup di atas panggung. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, dan aku termasuk orang-orang yang suka ngeliat bias ngelakuin fan service #shy

      Hapus
  3. Paragraf terakhir dan quotes-nya ngingetin aku akan K-drama My Love from The Star yang cukup menggambarkan gimana beratnya menjalani kehidupan sebagai seorang artis dan keburukan sebuah agency. Setiap gerak-geriknya selalu jadi perbincangan publik, agency yang hanya memanfaatkan popularitas artis-nya demi keuntungan perusahaan. Ini juga ngingetin aku akan Zayn Malik yang begitu tertekan karena ketenarannya sampai memutuskan keluar dari One Direction. Bahkan, dia sering melakukan hal yang nggak dia suka demi menyenangkan seorang fan. Waktu itu bahkan ada hashtag #CANCELYOURENGAGEMENTZAYN yang jadi TTWW nomor satu. Padahal, dia kan juga manusia biasa yang punya hati punya rasa. Gak bisa ngebayangin gimana perasaan Zayn pas liat hashtag itu. Beberapa bulan kemudian, dia benar-benar membatalkan pertunangannya. :') Ini menggambarkan gimana mereka yang ngakunya fan pun gak selalu dukung dan menjaga perasaan idolanya. Fan aja bisa begitu tega apalagi hater(s) kalau melontarkan komentar, wajar aja komentarnya bisa sepedas nasi goreng mafia level 10. Memang ya, semakin tenar seorang seleb, semakin tiap jengkal kehidupannya akan jadi sorotan publik. Mereka benar-benar nggak punya privasi barang sedikit pun. Maaf ya Kak malah baper. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, nggak papa kok, saya juga sering baper #ups :p btw makasih ya sudah mampir :)

      Hapus
  4. aku penasaran sama novel ini karna Movienya yang gatau kapan release, haha..
    tapi review kakak keren, jalan cerita novel ini juga drakor banget, meskipun mudah ditebak tapi easy-reading.. *apalah*
    lumayan buat nambahin referensi novel ku^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Esa sudah berkunjungi :)

      Hapus
  5. Perkenalkan, namaku Dirgantara :D panggil aja dirgan
    Review kakak bagus lho. tapi paragrafnya ada yang terlalu panjang. ;D. tapi tak apalah. bukan paragrafnya tapi, bagaimana penyampaian reviewnya yang begitu bagus

    BalasHapus
  6. Beberapa kesalahan penulisan :
    - Soul = Seoul
    - Geung Yon = Geun Yong
    - meembayar = membayar
    - lalgi = lagi
    - Awalnya saya sebal dengan Geung Yong yang seenaknya saja menyalahkan orang lain, Tapi siapa yang tidak panik diberhentikan kerja setelah insiden memalukan dan terlilit utang. = seharusnya (Awalnya saya sebal dengan Geung Yong yang seenaknya saja menyalahkan orang lain, tapi siapa yang tidak panik diberhentikan kerja setelah insiden memalukan dan terlilit utang.)

    Aku komentar satu-satu ya kakak :

    1. Tokoh : Di blog kakak ini, merupakan salah satu yang menjelaskan karakter dari kedua tokoh utama dengan jelas dibumbui dengan pertengkaran-pertengkaran mereka juga yang bikin gemes dan ketawa ngakak. Kalau untuk tokoh, kakak sudah bagus reviewnya. Aku suka bacanya.

    2. Alur : - Geun Yong telah bertindak macam-macam terhadap Hu Joon (kalimat ini hanya aku temukan di blog kakak). Aku bacanya jadi senyam-senyum karena seharusnya itu yang macam-macam kan cowok ini malah yang cewek. Ah ... Seru banget ini novel! Malah jadi curhat ya ... Alur review kakak sudah pas menurutku kak. Apalagi, kakak juga menambahkan beberapa adegan yang mendukung banget di novelnya. Jadi, pembaca semakin tertarik untuk memiliki novel ini. Alur review kakak memang panjang dan lambat tapi tidak menghentikanku untuk menikmati membacanya hingga akhir.

    3. Epilog : Pendapat kakak mengenai buku ini juga sangat jujur. Paragraf terakhir dalam review kakak membuktikan bahwa kakak juga sangat peduli dengan kehidupan idol korea. Tidak gampang menjadi seorang idol. Ternyata, kakak punya edisi perdana dan cetak ulang cover baru ya. Tidak mengurangi esensi ceritanya. Makasih juga ya kak untuk quotesnya. Pas banget sama reviewnya.

    Fighting terus ya kak untuk reviewnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Agatha untuk komentarnya :)

      Saya juga merasa review ini terlalu panjang karena saya ingin menuliskan semua hal yang saya sukai di buku ini dan tanpa sadar hal-hal tersebut sangat banyak, hehehe #ketauanpecintadrakor. Btw, yang Soul itu bukan typo dan memang ada di bukunya. Sekali lagi terima kasih banyak ya. Saya akan berusaha untuk menulis review dengan lebih baik lagi :)

      Hapus

Review Buku di purplebookish.com merupakan pendapat pribadi yang berdasarkan penilaian subjektif terhadap buku yang saya baca. Begitu pula dengan postingan non review yang juga bersifat opini pribadi.

Purplebookish.com tidak memaksakan pembaca untuk setuju dengan semua tulisan yang dipublish. Jika ada yang ingin disampaikan atau berpendapat lain sila menulis di kolom komentar dengan bahasa yang sopan :)

P.s Saya akan menghapus komentar yang tidak berkaitan dengan postingan blog dan spam.

Mohon untuk tidak menyadur/mengcopy sebagian atau seluruh isi blog tanpa ijin :)

Terima Kasih :)


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...