Selasa, 26 Agustus 2014

Mafia espresso

Judul : MAFIA ESPRESSO
Penulis :Francisca Todi
Penerbit : Gradien Mediatama
ISBN : 978-602-20-8041-1
320 halaman, cetakan ke 5, 2013
My Rating : 4/5
Pinjam dari Ertalin

Blurb :

Dentuman suara Lady Gaga dari radio tetangga lantai atas, lamat-lamat tenggelam dalam otakku, lalu mengirim sinyal panik ke seluruh tubuh. Aku terduduk di ranjang. Jam berapa ini? Tanganku meraih telepon genggam di atas meja. Angka yang tertera di layar membuat rasa panik kembali mencengkeram.

Jam delapan? Bagaimana mungkin?

Sophie Pieters mengira masalah terbesarnya pagi itu adalah datang tepat waktu ke kantor, memberi presentasi memukau, dan memenangkan hati kliennya agar dia dan timnya tidak kehilangan pekerjaan. Ternyata, salah besar! Masalah sebenarnya dimulai ketika mobilnya ditabrak dalam perjalanan ke kantor. Setelah menumpahkan kejengkelannya dan mengebut ke kantor, Sophie dibuat terkejut menemukan pria penabraknya itu ternyata adalah calon kliennya dari Italia, Antonio Azzaro. Situasi semakin diperburuk ketika Patricia, bos Sophie, membuka sesi presentasi dengan tanpa sadar mengutip ucapan Sophie bahwa dia baru saja ditabrak oleh “seorang idiot yang menjengkelkan”.

Maka, musim gugur di negeri Belanda yang berangin dan berhujan, tidaklah lebih buruk dari hari-hari Sophie selanjutnya. Kepungan masalah datang beruntun di tengah aroma espresso yang menemani hari-harinya. Krisis ekonomi keluarga, Ray yang bertingkah, dan yang paling parah adalah jebakan masalah yang dibenamkan Antonio Azzaro. Siapa lelaki Italia parlente, bos perusahaan Eco Green yang gemar mengaduk-aduk hatinya itu?

Kepada siapa selayaknya Sophie melabuhkan hatinya?
Cinta bisa datang kapan saja dan dimana saja. Ungkapan tersebut seringkali muncul dan tanpa sadar saya selalu menganggukkan kepala jika mendengar atau membaca kalimat tersebut, sebuah penyetujuan.

Sama halnya dengan kisah Sophie dengan seorang Italia, Antonio Azzaro yang disangkanya Mafia, hanya karena menanggapi pertanyaan konyolnya tentang Silsilia. Pertemuan mereka yang tanpa sengaja membuat Sophie harus rela hidupnya diusik Antonio. Awalnya Sophie menganggap Antonio hanya iseng mempermainkan hidupnya yang tiba-tiba saja dipenuhi dengan berbagai masalah, tetapi Antonio menjelma menjadi sosok penolong dan selalu melakukan hal-hal yang manis.

“Aku tidak percaya akan cinta pada pandangan pertama. Tapi harus kuakui, aku menyukai apa yang kulihat pada pandangan pertama.”
Membaca Mafia Espresso meninggalkan kesan tersendiri. Dari awal saja sudah membuat saya senyam senyum nggak jelas. Apakah karena saya membacanya saat malam yang berhujan membuat sisi romantis saya ambil alih *uhuk*. Senyum saya selalu mengembang ketika Antonio melakukan hal-hal manis untuk Sophie, bahkan saat Antonio melakukan hal-hal sepele. Tapi saya agak merasa aneh dengan panggilan Antonio kepada Sophie, tesoro yang berarti sayang. Hmm.. apakah pria Italia memang dianugrahkan bakat untuk merayu? ah, saya jadi kepingin Antonio menjelma menjadi seseorang yang real di kehidupan saya *dikeplak Sophie.

Mafia Espresso membuat saya menyadari jatuh cinta adalah sebuah hal yang indah. *Seduh espresso.

“Kadang waktu bergulir maju, tapi tanpa dirimu. Kadang hidup berputar, tapi kau tertinggal di belakang. Lalu mendadak kau sadar, bukan salah waktu tak mau menunggu, bukan salah hidup terus berputar. Tapi salahmu, berdiri membeku di tengah jalan, menolak meninggalkan masa lalu.”

"Ada perbedaan besar antara apel busuk dan apel yang sedikit penyok. Apel penyok masih bisa kau nikmati,rasanya tetap enak.Tapi apel busuk akan membuatmu sakit"




Postingan ini diikutkan dalam 
~ Indonesia Romance Reading Challenge 2014 
~ New Authors Reading Challenge 2014

8 komentar:

  1. Semoga secepatnya menemukan Antonio nyata ya, hehe :) Nice story

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha..*blushing* btw terimakasih atas kunjungannya :)

      Hapus
  2. tambah sedap aja nih pas dibaca waktu hujan..haha..kereen kan, Mbak, Mafioso Antonio nya? hihihihi.. klo ketemu yg real, jangan lupa dikenalin ke kita" ya..wkakkaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih.. cocok banget jadi bacaan pas lagi hujan-hujan kayak gini.. feel nya dapat banget.. makasih ya udah dipinjamin *kisskiss. Aaaakk.. dimana ya nyari yang mirip Antonio?

      Hapus
    2. sama- sama, Mbak Lis.. hehe.. langsung deh ke Itali, Mbak, bier berasa mafia- mafia nya..hihi :p

      Hapus
  3. haha,lucu yang di sangka mafia tapi lama-lama malah jatuh cinta,keren mbak
    sukses terus

    BalasHapus
  4. duh jatuh cinta itu memang indah kok, yakin deh :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. cieeee... hahaha semoga beneran indah deh :p

      Hapus

Review Buku di purplebookish.com merupakan pendapat pribadi yang berdasarkan penilaian subjektif terhadap buku yang saya baca. Begitu pula dengan postingan non review yang juga bersifat opini pribadi.

Purplebookish.com tidak memaksakan pembaca untuk setuju dengan semua tulisan yang dipublish. Jika ada yang ingin disampaikan atau berpendapat lain sila menulis di kolom komentar dengan bahasa yang sopan :)

P.s Saya akan menghapus komentar yang tidak berkaitan dengan postingan blog dan spam.

Mohon untuk tidak menyadur/mengcopy sebagian atau seluruh isi blog tanpa ijin :)

Terima Kasih :)


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...