Tampilkan postingan dengan label Francisca Todi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Francisca Todi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 September 2015

Love Roulette (Mafia Espresso #2)

Judul : LOVE ROULETTE
Penulis : Francisca Todi
Penerbit : Indie Publisher
Format : Ebook
ISBN : -
195 halaman, cetakan ke I, 2015
My Rating : 3.5/5

Blurb :


Rindu. Long distance relationship antara Den Haag dan Roma tidaklah mudah dijalani. Waktu akhirnya Antonio datang berkunjung, Sophie tak pernah menyangka bahwa bukannya bisa melepas rindu, dia malah harus berebutan cinta dengan wanita berwajah sesempurna mahakarya Michelangelo—wanita Italia yang pernah menjadi kekasih Antonio.

Situasi makin runyam dengan kehadiran Sacha Raux, pengusaha misterius yang berminat menjadi partner bisnis Antonio, tapi juga terang-terangan menunjukkan ketertarikannya pada Sophie. Saat hubungannya dengan Antonio kian merenggang, proyek kantor memaksa Sophie meninggalkan kekasihnya dan terbang ke Paris.

Paris boleh jadi kota paling romantis di dunia, namun Sophie takut, dia justru bakal kehilangan cintanya di sana.
Hidup ini penuh risiko. Risiko untuk mencoba dan gagal. Risiko untuk berteman dan bermusuhan. Risiko untuk mencintai dan dikhianati. (P.128) 

Setelah peristiwa mafia italia berakhir, Sophie dan Antonio resmi menjadi pasangan walau hubungan yang mereka lalui adalah hubungan jarak jauh yang awalnya tidak menjadi suatu masalah besar bagi Sophie karena Antonio memperlakukan Sophie dengan sangat baik, manis dan penuh cinta.

Selasa, 26 Agustus 2014

Mafia espresso

Judul : MAFIA ESPRESSO
Penulis :Francisca Todi
Penerbit : Gradien Mediatama
ISBN : 978-602-20-8041-1
320 halaman, cetakan ke 5, 2013
My Rating : 4/5
Pinjam dari Ertalin

Blurb :

Dentuman suara Lady Gaga dari radio tetangga lantai atas, lamat-lamat tenggelam dalam otakku, lalu mengirim sinyal panik ke seluruh tubuh. Aku terduduk di ranjang. Jam berapa ini? Tanganku meraih telepon genggam di atas meja. Angka yang tertera di layar membuat rasa panik kembali mencengkeram.

Jam delapan? Bagaimana mungkin?

Sophie Pieters mengira masalah terbesarnya pagi itu adalah datang tepat waktu ke kantor, memberi presentasi memukau, dan memenangkan hati kliennya agar dia dan timnya tidak kehilangan pekerjaan. Ternyata, salah besar! Masalah sebenarnya dimulai ketika mobilnya ditabrak dalam perjalanan ke kantor. Setelah menumpahkan kejengkelannya dan mengebut ke kantor, Sophie dibuat terkejut menemukan pria penabraknya itu ternyata adalah calon kliennya dari Italia, Antonio Azzaro. Situasi semakin diperburuk ketika Patricia, bos Sophie, membuka sesi presentasi dengan tanpa sadar mengutip ucapan Sophie bahwa dia baru saja ditabrak oleh “seorang idiot yang menjengkelkan”.

Maka, musim gugur di negeri Belanda yang berangin dan berhujan, tidaklah lebih buruk dari hari-hari Sophie selanjutnya. Kepungan masalah datang beruntun di tengah aroma espresso yang menemani hari-harinya. Krisis ekonomi keluarga, Ray yang bertingkah, dan yang paling parah adalah jebakan masalah yang dibenamkan Antonio Azzaro. Siapa lelaki Italia parlente, bos perusahaan Eco Green yang gemar mengaduk-aduk hatinya itu?

Kepada siapa selayaknya Sophie melabuhkan hatinya?
Cinta bisa datang kapan saja dan dimana saja. Ungkapan tersebut seringkali muncul dan tanpa sadar saya selalu menganggukkan kepala jika mendengar atau membaca kalimat tersebut, sebuah penyetujuan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...