Rabu, 18 Juni 2014

[BLOG TOUR | GIVEAWAY] Girls in the Dark


Selamat datang dan terima kasih sudah berkunjung ke Purple Bookish. Postingan kali ini adalah salah satu rangkaian blog tour dari Penerbit Haru. Purple bookish akan membahas "Girls in the Dark" karya Akiyoshi Rikako, sebuah novel yang cukup keren menurutku. 

Judul : GIRLS IN THE DARK
Penulis : Akiyoshi Rikako
Penerbit : Haru Publisher
ISBN : 978-602-7742-31-4
279 halaman, cetakan ke 1 2014

Blurb :
Apa yang ingin disampaikan oleh gadis itu...?

Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mati. Di tangannya ada setangkai bunga lily.

Pembunuhan? Bunuh diri? Tidak ada yang tahu. Satu dari enam gadis anggota Klub Sastra digosipkan sebagai pembunuh gadis cantik berkarisma itu.

Seminggu sesudahnya, Klub Sastra mengadakan pertemuan. Mereka ingin mengenang mantan ketua mereka dengan sebuah cerita pendek. Namun ternyata, cerita pendek yang mereka buat adalah analisis masing-masing tentang siapa pembunuh yang sebenarnya. Keenam gadis itu bergantian membaca analisis mereka, tapi....

Kau... pernah berpikir ingin membunuh seseorang?

Selasa, 10 Juni 2014

Kopdar BBI Medan : Bongkar Tas Mamak Gank

Seperti yang diceritakan mamak gank disini, kronologis (idih.. bahasanya -__-) ngerumpi bareng BBI Medan yang anggotanya banyak itu dan selalu susah ngecocokin skedul buat ketemuan. Tapi, ada yang beda dari rumpian kita kali ini, selain ngebahas isu yang lagi trending dan ngebahas ini itu yang nggak penting tapi penting banget buat kita rumpiin, Mamak mengajak kami untuk main bongkar tas. (Alhamdulillah, tas yang saya pakai hari itu agak lumayan rapi, tentu saja tingkat kerapian versi saya sendiri *lirik Erta, hihihi) dan saya kebagian ngebongkar tasnya emak BBI Medan, hahaha *evil laugh* dan inilah penampakan Tasnya ibu dokter.


Sabtu, 24 Mei 2014

Marriageable

Judul : MARRIAGEABLE
Penulis : Riri Sardjono
Penerbit : Gagas Media
ISBN : 979-780-651-0
368 halaman, cetakan ke 7 2013
Pinjam dari OceMei's Little World

Blurb :
Namaku Flory. Usia mendekati tiga puluh dua. Status? Tentu saja single! Karena itu Mamz memutuskan mencarikan Datuk Maringgi abad modern untukku.

"Kenapa, sih, gue jadi nggak normal cuma gara-gara gue belom kawin?!"

"Karena elo punya kantong rahim, Darling,” jawab Dina kalem. “Kantong rahim sama kayak susu Ultra. Mereka punya expired date."

"Yeah," sahutku sinis. "Sementara sperma kayak wine. Masih berlaku untuk jangka waktu yang lama."

Mamz pikir aku belum menikah karena nasibku yang buruk. Dan kalau beliau tidak segera bertindak, maka nasibku akan semakin memburuk. Tapi Mamz lupa bertanya apa alasanku hingga belum tergerak untuk melangkah ke arah sana.

Alasanku simple. Karena Mamz dan Papz bukan pasangan Huxtable. Mungkin jauh di dalam hatinya, mereka menyesali keputusannya untuk menikah. Atau paling tidak, menyesali pilihannya. Seperti Dina, sahabatku.

"Kenapa sih elo bisa kawin sama laki?!"

Dina tergelak mendengarnya. "Hormon, Darling! Kadang-kadang kerja hormon kayak telegram. Salah ketik waktu ngirim sinyal ke otak. Mestinya horny, dia ngetik cinta!"

See??

"Oh my God!" desah Kika ngeri. "Pernikahan adalah waktu yang terlalu lama untuk cinta!"

Yup!

That’s my reason, Darling!

Pemikiran saya tentang buku ini :
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...