Tampilkan postingan dengan label gagasmedia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gagasmedia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Januari 2017

Angel In the Rain

Judul : ANGEL IN THE RAIN
Penulis : Windry Ramadhina
Penerbit : Gagasmedia
468 Halaman, Cetakan ke I, 2016
My Rating : 3/5

Masih ingatkah kalian dengan seorang pemuda yang suka memberi julukan? atau biar kuperjelas lagi, seorang pemuda yang mengejar cintanya ke London dan bertemu dengan Goldilocks berpayung merah. Ya, dia adalah Gilang. Maukah kuberitahu apa yang selanjutnya terjadi dengan pemuda itu?

Senin, 19 Desember 2016

Forgiven

Judul : Forgiven
Penulis : Morra Quatro
Penerbit : Gagasmedia
My Rating : 4/5


Kita cuma dapat beberapa kesempatan seumur hidup---hanya beberapa kesempatan saja--- yang bisa mengubah seluruh hidup kita. Sometimes we make bad choices.


Aahhh... buku ini terlalu lama ditimbun dan akhirnya selesai dibaca juga. Buku ini adalah karya pertama Morra Quatro yang saya baca. Prolog dibuku ini membuat saya penasaran dan bertanya-tanya hal besar apa yang dialami kedua tokoh. Saat penulis memberikan flashback dan apa saja yang telah Will dan Karla alami saya kembali bertanya bagaimanakah kisah ini akan berakhir.

Senin, 01 Februari 2016

Kastil Es & Air Mancur yang Berdansa + Secret Santa

Judul : KASTIL ES & AIR MANCUR YANG BERDANSA
Penulis : Prisca Primasari
Penerbit : Gagasmedia
ISBN : 9797805891
300 halaman, cetakan ke I, 2015
My Rating : 3/5

Blurb



Vinter

Seperti udara di musim dingin, kau begitu gelap, muram, dan sedih. Namun, pada saat bersamaan, penuh cinta berwarna putih. Bagaikan salju di Honfleur yang berdansa diembus angin….

Florence

Layaknya cuaca pada musim semi, kau begitu terang, cerah, dan bahagia. Namun, pada waktu bersamaan, penuh air mata tak terhingga. Bagaikan bebungaan di Paris yang terlambat berseri…
Kau masih punya harapan untuk bahagia. Jangan disia-siakan.

Buku ini menceritakan tentang Florence yang berusaha kabur dari pertemuan perjodohan yang dirancang orang tuanya. Dalam perjalanan menuju stasiun kereta, tas yang dipakai Florence jebol dan barangnya berhamburan keluar. Karena terburu-buru bahkan untuk sekedar mampir ke minimarket semacam seven eleven untuk membeli kresek atau tas tentengan #dikeplak, Florance memegang semua barangnya dan membuang tasnya ke tong sampah. Di kereta menuju Honfleur, Florance bertemu dengan Vinter yang duduk disebelahnya. Florancepun meminta tas yang ada dikantong Vinter dengan asumsi bahwa tas tersebut adalah imitasi. Vinter ternyata kebingungan mencari seniman pengganti untuk temannya, Zima yang sering menggelar pertunjukan dirumah. Florancepun menawarkan diri membantu Vinter, karena Florance sebenarnya adalah seorang seniman serba bisa yang terperangkap menjadi pengajar kursus dan workshop kesenian.

Minggu, 15 November 2015

Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik Untuk Bunuh Diri

Judul : JATUH CINTA ADALAH CARA TERBAIK UNTUK BUNUH DIRI (DAN CERITA-CERITA LAINNYA)
Penulis : Bernard Batubara
Penerbit : Gagasmedia
ISBN : 979-780-771-1
330 halaman, cetakan ke I, 2014
My Rating : 4/5

Blurb


“Aku tidak bersepakat dengan banyak hal, kau tahu. Kecuali, kalau kau bilang bahwa jatuh cinta adalah cara terbaik untuk bunuh diri.

Untuk hal itu, aku setuju.”

Kebanyakan orang lebih senang menceritakan sisi manis dari cinta. Sedikit sekali yang mampu berterus terang mengakui dan mengisahkan sisi gelap cintanya. Padahal, meski tak diinginkan, selalu ada keresahan yang tersembunyi dalam cinta.

Bukankah kisah cinta selalu begitu? Di balik hangat pelukan dan panasnya rindu antara dua orang, selalu tersimpan bagian muram dan tak nyaman. Sementara, setiap orang menginginkan cinta yang tenang-tenang saja.

Cinta adalah manis. Cinta adalah terang. Cinta adalah putih. Cinta adalah senyum. Cinta adalah tawa.

Sayangnya, cinta tak sekadar manis. Cinta tak sekadar terang. Cinta tak melulu tentang senyum dan tawa. Ini kisah cinta yang sedikit berbeda.

Masih beranikah kau untuk jatuh cinta?
Hanya orang yang paling mencintaimu, yang mampu membunuhmu. (P.174)

Dalam persepsi saya, jatuh cinta adalah hal yang indah atau saya seperti kebanyakan orang yang senang membahas cinta dari satu sisi saja, sisi yang disukai, sisi yang menghangatkan hati-- sisi yang manis. Padahal cinta tak melulu menawarkan kebahagiaan. Bagi sebagian orang cinta juga rasa sakit, frustasi, kasih yang tak sampai, cinta kepada orang yang salah dan sisi-sisi tak menyenangkan lainnya. Semua itu saya dapatkan ketika membaca buku ini.

Kamis, 12 November 2015

Last Forever

Judul : LAST FOREVER
Penulis : Windry Ramadhina
Penerbit : Gagas media
ISBN : 979-780-843-2
378 halaman, cetakan ke I, 2015
My Rating : 3/5

Blurb



“Seharusnya, aku tidak boleh mengharapkanmu. Seharusnya, aku tahu diri. Tapi, Lana..., ketakutanku yang paling besar adalah... aku kehilangan dirimu pada saat aku punya kesempatan memilikimu.” — Samuel

“Untuk berada di sisimu, aku harus membuang semua yang kumiliki. Duniaku. Apa kau sadar?” — Lana

Dua orang yang tidak menginginkan komitmen dalam cinta terjerat situasi yang membuat mereka harus mulai memikirkan komitmen. Padahal, bagi mereka, kebersamaan tak pernah jadi pilihan. Ambisi dan impian jauh lebih nyata dibandingkan cinta yang hanya sementara. Lalu, bagaimana saat menyerah kepada cinta, justru membuat mereka tambah saling menyakiti? Berapa banyak yang mampu mereka pertaruhkan demi sesuatu yang tak mereka duga?
Tuhan. Semoga apa yang ditakutkan olehnya tidak sungguh-sungguh terjadi. (P. 92)

Samuel Hardi, pria anti komitmen, sinis dan arogan. Baginya wanita hanya sebatas teman kencan dan tidak dalam waktu yang lama. Menurutnya komitmen adalah penyakit. Pernikahan akan menghilangkan kebebasan dan keasyikan. Samuel memiliki studio film sendiri dan sering menjadi langganan berbagai penghargaan internasional. Studio filmnya juga sering menjadi partner National Geographic. Sama seperti Samuel, Lana Lituhayu Hart bergelut di dunia perfilman dokumenter sebagai produser tetap di National Geographic Channel. Seorang traveler, pintar, cantik dan berbakat. 

Senin, 19 Oktober 2015

Somewhere only we know - sebuah curhat

Judul : SOMEWHERE ONLY WE KNOW
Penulis : Alexander Thian
Penerbit : Gagasmedia
ISBN : 979-780-830-0
338 halaman, cetakan ke I, 2015
My Rating : 2/5

Blurb :


Kenzo
Menyusuri jalanan Hanoi yang basah, menerobos hujan yang masih turun dengan deras. Gue melangkah tanpa peduli ke mana kaki membawa gue pergi. Lampu kuning jalanan membuat jejak-jejak rintik hujan tampak jelas. Entah karena gue yang delusional atau terlalu romantis menjijikkan, gue setengah berharap dia akan muncul di ujung jalan, bersandar pada tiang lampu, membawa payung, lalu tersenyum melihat gue.

Ririn
Kenangan itu masih sejelas dan sebening film yang berformat blu-ray. Gue tertawa kecil ketika membuka pintu taksi, membayangkan wajah aneh Arik sore itu. Dalam perjalanan pulang, gue bermimpi tentang berdansa di awan, sementara kembang api meledak- ledak di sekitar gue dan Arik.

Arik, can we be infinite?
Most of all, is this the love we think we deserve?

Bagi Kenzo, cinta ibarat secangkir kopi.
Terkadang terasa pahit, tetapi tetap memiliki banyak lapis rasa.
Bagi Ririn, kakak Kenzo, cinta hanya memiliki dua rasa: pahit dan manis.
Meski Kenzo meyakinkan selalu ada ruang untuk dongeng cinta, Ririn berusaha melupakan cinta karena pahitlah yang mendominasi kisahnya.
Ketika cinta benar- benar ada di hadapan keduanya,
mampukah mereka menerima dan memperjuangkannya?
Ini kisah tentang dua hati yang sama-sama merindukan kehangatan cinta. Tentang dua orang yang selalu berusaha mengartikan cinta, tetapi akhirnya mereka sadar bahwa cinta tak perlu diartikan.

Ririn dan Kenzo belajar dari rasa sakit, meskipun telah banyak kehilangan, mereka tetap memiliki harapan tentang cinta. Bahwa kita hanya perlu jatuh cinta untuk merasakan maknanya. Somewhere Only We Know juga mengisahkan tentang memaafkan masa lalu yang akan membawa kebahagiaan baru. Cinta itu selalu ada.

P.S ini adalah curhat colongan saya setelah membaca buku ini. Postingan ini mungkin saja akan terasa sangat panjang dan agak spoiler.

Rabu, 16 September 2015

Sabtu Bersama Bapak

Judul : SABTU BERSAMA BAPAK
Penulis : Adhitya Mulya
Penerbit : Gagasmedia
ISBN : 979-780-721-5
278 halaman, cetakan ke I, 2014
My Rating : 5/5

Blurb :


“Hai, Satya! Hai, Cakra!” Sang Bapak melambaikan tangan.
“Ini Bapak.
Iya, benar kok, ini Bapak.
Bapak cuma pindah ke tempat lain. Gak sakit. Alhamdulillah, berkat doa Satya dan Cakra.


Mungkin Bapak tidak dapat duduk dan bermain di samping kalian.
Tapi, Bapak tetap ingin kalian tumbuh dengan Bapak di samping kalian.
Ingin tetap dapat bercerita kepada kalian.
Ingin tetap dapat mengajarkan kalian.
Bapak sudah siapkan..

Ketika punya pertanyaan, kalian tidak pernah perlu bingung ke mana harus mencari jawaban.
I don’t let death take these, away from us.
I don’t give death, a chance.

Bapak ada di sini. Di samping kalian.
Bapak sayang kalian.”

Ini adalah sebuah cerita. Tentang seorang pemuda yang belajar mencari cinta. Tentang seorang pria yang belajar menjadi bapak dan suami yang baik. Tentang seorang ibu yang membesarkan mereka dengan penuh kasih. Dan…, tentang seorang bapak yang meninggalkan pesan dan berjanji selalu ada bersama mereka.
Buku ini menceritakan tentang  kehidupan Cakra dan Satya setelah Bapak pergi. Kepergian bapak meninggalkan hal yang sangat berarti, sebuah video yang dibuat oleh bapak untuk menemani mereka melangkah agar mereka menjadi pribadi yang lebih baik dari sang bapak sendiri. Sabtu  menjadi hari yang ditunggu Cakra dan Satya, karena di hari Sabtu setelah azan Ashar, bu Itje, mamah mereka akan memutar sebuah video dari bapak. Video tersebut bukan hanya berisi jawaban dari setiap pertanyaan yang ada di benak mereka, tapi juga sebuah pembelajaran, pesan, saran dan bagaimana seharusnya menjalani kehidupan agar hidup tidak sia-sia dan berbuah penyesalan. Buku ini bukan hanya tentang Bapak dan anak, bagi saya buku ini sarat makna.

Jumat, 03 Juli 2015

Terus Bergegas Gagas Media...


Gagas Media akan berulang tahun yang ke 12 dan untuk menyambutnya gagasmedia menyediakan kado untuk blogger berupa 12 paket buku dan e-book bagi blogger terpilih. Tentu saja sebagai salah satu pembaca buku-buku terbitan gagasmedia, hal ini tidak akan saya lewatkan siapa sih yang tidak tergiur dengan paket buku, apalagi dari penerbit favorit? dan inilah jawaban saya dari daftar pertanyaan yang diajukan gagasmedia :

Jumat, 09 Januari 2015

Unfriend You

Judul : UNFRIEND YOU
Penulis : Dyah Rinni
Penerbit : Gagas Media
ISBN : 979-780-648-0
278 halaman, cetakan ke 1, 2013
My Rating : 5/5

Blurb :

Aku adalah noda untuk dosa yang tak kulakukan.

Aku mencoba bertahan, berusaha mengerti;

mungkin ada bagian dari dirimu yang tak bisa kuraih.

Namun, yang tak kunjung kupahami,

mengapa ada persahabatan yang menyakiti?

Kata-kata bisa menyakitkan. Kata-kata bisa menghancurkan sahabat kita. Gosip, ejekan, panggilan nama jelek, pengucilan bisa mengirimkan sahabatmu ke palung derita yang paling dalam. Kita tidak pernah menyadarinya. Dan saat sadar, kita telah kehilangan sahabat kita dan berteman dengan penyesalan. (p.265)

Katrissa Satin merupakan siswi di Eglantine High School atau biasa di sebut Egan. Egan sendiri adalah sekolah elit di Jakarta yang memiliki status sosial dan tergantung dengan siapa mereka bergaul. Katrissa awalnya bagian dari siswi yang tidak populer, itik yang karena sesuatu hal berteman dengan salah satu angsa di Egan. Katrissa di tahun keduanya di Egan berubah menjadi salah satu siswi terpopuler berkat ajakan Aura menjadi cliquenya. Aura yang populer dan seperti matahari bagi Egan memberikan sedikit cahayanya bagi Katrissa. Menjadi cliquenya Aura dan Milani, Katrissa harus menajalani serangkaian tes kelayakan yang telah ditentukan seperti memetik bunga yang artinya mencuri sesuatu di salah satu toko atau mall, tidak bergaul dengan itik (Katrissa memutuskan persahabatannya dengan Sachita, kaum itik yang lain yang pernah menjadi sahabatnya), tidak berteman dengan geeks, termasuk Langit yang pernah menolong Katrissa. Semuanya Katrissa lakukan agar kehidupannya yang memalukan berubah walau kadang kala Katrissa tidak nyaman dengan kehidupannya sekarang.

Selasa, 30 Desember 2014

Walking After You

Judul : WALKING AFTER YOU
Penulis :Windry Ramadhina
Penerbit : Gagas Media
ISBN : 979-780-772-X
320 halaman, cetakan ke 1, 2014
My Rating : 5/5

Blurb :

Masa lalu akan tetap ada. Kau tidak perlu terlalu lama terjebak di dalamnya.

Pada kisah ini, kau akan bertemu An. Perempuan dengan tawa renyah itu sudah lama tak bisa keluar dari masa lalu. Ia menyimpan rindu, yang membuatnya semakin kehilangan tawa setiap waktu. Membuatnya menyalahkan doa-doa yang terbang ke langit. Doa-doa yang lupa kembali kepadanya.

An tahu, seharusnya ia tinggalkan kisah sedih itu berhari-hari lalu. Namun, ia masih saja di tempat yang sama. Bersama impian yang tak bisa ia jalani sendiri, tetapi tak bisa pula ia lepaskan.

Pernahkan kau merasa seperti itu? Tak bisa menyalahkan siapa-siapa, kecuali hatimu yang tak lagi bahagia. Pernahkah kau merasa seperti itu? Saat cinta menyapa, kau memilih berpaling karena terlalu takut bertemu luka.

Mungkin, kisah An seperti kisahmu.

Diam-diam, doa yang sama masih kau tunggu.

"Namun, sekuat apapun aku mencoba berbeda, aku dan Arlet tetap memiliki begitu banyak persamaan. Ada hal-hal yang tidak bisa diubah. Aku tidak bisa lepas dari dapur seperti Arlet tidak akan pernah berhenti membuat kue, tidak pula sanggup hidup di tengah hiruk-pikuk jakarta yang kacau." (p.79)
An dan Arlet kembar identik, memiliki banyak persamaan dan sama-sama menyukai dunia memasak. An, jatuh hati pada masakan italia dan Arlet tertarik pada kue perancis. Mereka berbagi impian yang sama, membuka trattoria milik mereka sendiri, bekerja di dapur yang sama hingga tanpa sadar menyukai lelaki yang sama.

Rabu, 03 September 2014

Tears in Heaven

Judul : TEARS IN HEAVEN
Penulis : Angelia Caroline
Penerbit : Gagas Media
ISBN : 979-780-661-8
346 halaman, cetakan ke 1, 2013
My Rating : 3/5
Pinjam dari Ertalin

Blurb :

Aku akan merindukanmu.

Tak sedetik pun hatiku luput dari denyut perih karena kehilanganmu.

Kau tinggal terlalu sebentar, pergi terlalu cepat. Seperti rahasia ilahi lainnya yang tak benar-benar kumengerti, terkadang aku bertanya-tanya mengapa Tuhan hanya memberi waktu sedikit untuk kita. Tapi aku tidak menyesalinya. Karena sejak awal pun aku tak pernah berusaha menghindari kebersamaan kita.

Aku akan merindukanmu.

Dan aku tahu, mulai hari ini, perasaan ini akan senantiasa menyiksaku. Tapi tak apa, sungguh tak apa. Sakitnya masih tak seberapa... ketimbang harus melupakanmu.
Sudah sangat lama saya ingin membaca novel ini. Saya tertarik karena covernya yang bagus dan blurb nya yang agak sendu. Tapi saya selalu batal membeli dan ketika saya main-main ke blog nya Erta yang sedang mereview novel ini saya pun langsung minta pinjam, hihihi.

Sabtu, 24 Mei 2014

Marriageable

Judul : MARRIAGEABLE
Penulis : Riri Sardjono
Penerbit : Gagas Media
ISBN : 979-780-651-0
368 halaman, cetakan ke 7 2013
Pinjam dari OceMei's Little World

Blurb :
Namaku Flory. Usia mendekati tiga puluh dua. Status? Tentu saja single! Karena itu Mamz memutuskan mencarikan Datuk Maringgi abad modern untukku.

"Kenapa, sih, gue jadi nggak normal cuma gara-gara gue belom kawin?!"

"Karena elo punya kantong rahim, Darling,” jawab Dina kalem. “Kantong rahim sama kayak susu Ultra. Mereka punya expired date."

"Yeah," sahutku sinis. "Sementara sperma kayak wine. Masih berlaku untuk jangka waktu yang lama."

Mamz pikir aku belum menikah karena nasibku yang buruk. Dan kalau beliau tidak segera bertindak, maka nasibku akan semakin memburuk. Tapi Mamz lupa bertanya apa alasanku hingga belum tergerak untuk melangkah ke arah sana.

Alasanku simple. Karena Mamz dan Papz bukan pasangan Huxtable. Mungkin jauh di dalam hatinya, mereka menyesali keputusannya untuk menikah. Atau paling tidak, menyesali pilihannya. Seperti Dina, sahabatku.

"Kenapa sih elo bisa kawin sama laki?!"

Dina tergelak mendengarnya. "Hormon, Darling! Kadang-kadang kerja hormon kayak telegram. Salah ketik waktu ngirim sinyal ke otak. Mestinya horny, dia ngetik cinta!"

See??

"Oh my God!" desah Kika ngeri. "Pernikahan adalah waktu yang terlalu lama untuk cinta!"

Yup!

That’s my reason, Darling!

Pemikiran saya tentang buku ini :

Jumat, 04 April 2014

Kok, Putusin Gue?

Judul : Kok, Putusin Gue?
Penulis : Ninit Yunita
Penerbit : GagasMedia
ISBN : 979-780-683-9
243 halaman, cetakan 11 2013

Blurb :
Rasanya dikhianati oleh pacar tercinta itu sakit banget! Dunia seakan mau berakhir. Setidaknya, itu yang dirasakan Amaya. Akibat sakit yang menguasai hati, membuatnya melakukan pembalasan dengan berbagai cara. Namun, setelah melakukan “serangan-serangan” kepada sang mantan, tidak membuat lukanya sembuh. Malah, kebencian semakin menguasainya. Dendam dan kebencian adalah dua hal yang pelan-pelan membuat hidup Amaya hampa. Namun, kebahagiaan akan terasa nyata seandainya ia bisa mengikhlaskan semuanya dan memulai hidup baru; melupakan kenangan pahit, dan bersiap membuka hati untuk cinta yang lain.

Sabtu, 29 Maret 2014

London : Angel

Judul : LONDON : Angel
Penulis : Windry Ramadhina
Editor : Ayuning & Gita Romadhona
Profreader : Jia Effendi
Desain Sampul : Levina Lesmana
Ilustrasi Isi : Diani APsari
Penerbit : GagasMedia
ISBN : 979-780-653-7
330 halaman, cetakan I 2013

Blurb :
Pembaca Tersayang,

Mari berjalan di sepanjang bantaran Sungai Thames, dalam rintik gerimis dan gemilang cahaya dari London Eye. 

Windry Ramadhina, penulis novel Orange, Memori, dan Montase mengajak kita menemani seorang penulis bernama Gilang mengejar cinta Ning hingga ke Fitzrovia. Namun, ternyata tidak semudah itu menyatakan cinta. Kota London malah mengarahkannya kepada seorang gadis misterius berambut ikal. Dia selalu muncul ketika hujan turun dan menghilang begitu hujan reda. Sementara itu, cinta yang dikejarnya belum juga ditemukannya. Apakah perjalanannya ini sia-sia belaka?

Setiap tempat punya cerita. 
Dalam dingin kabut Kota London, ada hangat cinta menyelusup.

Enjoy the journey,
EDITOR

Rabu, 29 Januari 2014

Athena: Eureka!

Judul : ATHENA: EUREKA!
Penulis : Erlin Natawiria
Editor : Nico Rosady & Jia Effendy
Proofreader : Patresia Kirnandita
Desain sampul : Jeffri Fernando
Penerbit : Gagas Media
ISBN : 978-979-780-671-2
284 Halaman, cetakan I Desember 2013

Blurb :

Pembaca tersayang,

Langkahkan kakimu ke kota sang dewi kebijaksanaan, Athena. Dari penulis debut Gagasmedia, Erlin Natawiria, kita akan mengikuti Widha mewujudkan impian masa kecilnya serta mendiang kakaknya yang kembar.

Satu insiden kecil di losmen mempertemukan Widha dengan Nathan. Mereka menjadi rekan seperjalanan; menyusuri Agora, Plaka, lalu ikut larut dalam keriaan sepasang pengantin baru di Rafina. Rasa bertumbuh seiring kaki-kaki mereka melangkah, dan binar tepercik setiap kali keduanya berserobok pandang.

Namun, di sebuah kios buku kuno di Monastiraki, Widha melihat hantu masa lalunya. Seseorang yang tidak seharusnya hadir di kota impiannya. Sosok yang gagal dia lupakan.

Setiap tempat punya cerita,

Di antara puing-puing kuil Parthenon, ada reruntuhan hati yang siap dibangun kembali.

Salam,

Editor

Pemikiran saya tentang buku ini :

Selasa, 12 November 2013

Infinitely Yours

Infinitely Yours
Penulis : Orizuka
Penerbit : gagasmedia
ISBN 979-780-508-5
294 Halaman

Blurb :
Orang bilang, pertemuan pertama selalu kebetulan. Tapi, bagaimana caramu menjelaskan pertemuan-pertemuan kita selanjutnya? Apakah Tuhan campur tangan di didalamnya?

Kita bukanlah dua garis yang tak sengaja bertabrakan. Sekeras apa pun usaha kita berdua, saling menjauhkan diri—dan menjauhkan hati—pada akhirnya akan bertemu kembali.

Kau tak percaya takdir, aku pun tidak. Karenanya, hanya ada satu cara untuk membuktikannya....

Kau, aku, dan perjalanan ini.

Pemikiran saya tentang buku ini :

Sebelumnya saya berjanji pada diri saya sendiri untuk tidak (lagi) membaca novel indonesia yang bersetting korea, karena berbekal dari pengalaman yang sudah-sudah, novel-novel Korea wannabe tersebut tidak cukup membuat saya merasa... puas *bahasa apa ini. Tapi karena darah saya tipe O dan katanya tipe O orangnya suka penasaran jadi saya tetap membaca novel ini #apaan sih...

Minggu, 01 September 2013

Melbourne: rewind


Judul : MELBOURNE 
Penulis : Winna Effendi
Penerbit : Gagas Media
ISBN : 979-780-645-6
328 Halaman

And it's hard to love again
when the only way it's been
when the only love you knew
just walked away
If it's something that you want
Darling, you don't have to run

Does the past always come back to you?
Laura kembali bertemu dengan Max, mantannya yang telah menghilang selama lima tahun tanpa meninggalkan jejak. Max yang tidak berubah, yang masih terlihat sama dan berbeda. Mereka bertukar kabar, bercerita sedikit, bertukar nomer handphone, berjanji untuk bertemu, bertukar cerita, catch up on old times.. sesuatu yang dijanjikan Laura tapi mungkin tak akan dipenuhi, berjalan menjauh hingga sebuah ajakan dari Max yang menghentikannya

"What about some coffee??"

Senin, 17 Desember 2012

Goodbye Happiness


Judul: Goodbye Happiness
Penulis: Arini Putri
Jumlah Halamanan: 320 hlm
Ukuran: 13 x 19 cm
Harga: Rp45.000
ISBN: 979-780-593-X



Sinopsis (dari gagasmedia) :

Kau dan aku tidak ditakdirkan untuk berada dalam satu kisah yang indah. Percaya atau tidak, begitulah kenyataannya. Jangan menyangkalnya karena akan sia-sia. Sama seperti berjalan di atas pecahan kaca, setiap langkah kita sesungguhnya hanya akan menuai luka.

Kau dan aku seperti tengah mencoba untuk membirukan senja yang selalu merah. Kita sama-sama berusaha, namun tidak bisa mengubah apa-apa. Senja tetap berwarna merah dan hatiku masih saja berkata tidak. Maka, berhenti dan renungkanlah ini semua sejenak. Tidak ada gunanya memaksa. Ini hanya akan membuatmu tersiksa dan aku menderita.

Lantas, kenapa kita tidak menyerah saja? Bukankah sejak awal semuanya sudah jelas? Akhir bahagia itu bukan milik kita.

Senin, 09 Juli 2012

Seandainya


Judul : Seandainya...
Penulis :


Seandainya, berkisah tentang 4 sekawan (bisa nggak ya mereka disebut sekawan?) yang berteman (bukan sahabat sepertinya) karena suatu kejadian di hari pertama mereka SMA. Jono - Amra yang kakak beradik, Christine yang populer dan Rizki "Pak dhe" yang menyembunyikan kecerdasannya. Mereka memutuskan berteman tapi terkadang bukan teman sepenuhnya. Masalah-masalah pun datang silih berganti, mulai dari Amra yang merasa tidak pantas menjadi kakak dan cita-citanya yang hanya untuk ngebuat Amra merasa pantas untuk dibanggakan adiknya, Juno. Rizki dengan Agus (seseorang yang dianggap adik) dan obsesi Agus untuk "diakui" oleh Randy dan Gangnya yang notabene adalah anak-anak elit, dan Christine yang berusaha selalu membuat citra keluarganya baik padahal dia sendiri muak dan kesepian. Mungkin kisah mereka tak akan lengkap jika tidak ada bumbu romansanya yang merupakan tujuan akhir cerita, jadi pertemanan mereka pun di hiasi dengan sebuah rasa suka yang tak sempat diucapkan. Seandainya..

Awalnya novel ini memang sudah diniatkan untuk dibeli dan semakin kuat niatnya untuk memiliki karena sebuah bbm dari teman yang sudah menamatkan novel ini dan katanya cukup bagus, berbekal testimoni tersebut buku ini pun langsung saya ambil ketika berada di  Toko Buku dan saya agak kecewa dengan alurnya. Memang ceritanya ini khas remaja banget dan permasalahannya pun sering terjadi tapi saya ngerasa penyelesaiannya serba nanggung (dikeplak penulis). Banyak hal yang ingin saya tanyakan, merujuk ke judulnya seharusnya hubungan Jono-Rizki-Christine lebih diceritakan, dan Amra yang tidak terlalu terlibat dalam alur novel ini, selain usahanya untuk diakui dan mengatasi phobianya dan mungkin sedikit upaya Amra di akhir cerita. Saya ngerasa tokohnya berdiri sendiri dan untuk menyatukannya penulis sesekali mengambil flash back dan ucapan tokoh yang lain. Hanya butuh beberapa jam untuk menyelesaikan novel ini. Saya akui quote yang dipilih penulis sangat ciamik dan pas. Oke saya rasa 3 bintang cukup untuk novel ini, 1 bintang untuk covernya yang sangat manis, 1 bintang untuk Jono-Rizki dan 1 bintang untuk Amra (saya suka sekali dengan Amra).

 Ada beberapa hal yang harus dikatakan, baru bisa dimengerti

Berjanjilah padaku untuk bahagia, coz i will...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...