Tampilkan postingan dengan label Review 2012. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review 2012. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Desember 2012

Goodbye Happiness


Judul: Goodbye Happiness
Penulis: Arini Putri
Jumlah Halamanan: 320 hlm
Ukuran: 13 x 19 cm
Harga: Rp45.000
ISBN: 979-780-593-X



Sinopsis (dari gagasmedia) :

Kau dan aku tidak ditakdirkan untuk berada dalam satu kisah yang indah. Percaya atau tidak, begitulah kenyataannya. Jangan menyangkalnya karena akan sia-sia. Sama seperti berjalan di atas pecahan kaca, setiap langkah kita sesungguhnya hanya akan menuai luka.

Kau dan aku seperti tengah mencoba untuk membirukan senja yang selalu merah. Kita sama-sama berusaha, namun tidak bisa mengubah apa-apa. Senja tetap berwarna merah dan hatiku masih saja berkata tidak. Maka, berhenti dan renungkanlah ini semua sejenak. Tidak ada gunanya memaksa. Ini hanya akan membuatmu tersiksa dan aku menderita.

Lantas, kenapa kita tidak menyerah saja? Bukankah sejak awal semuanya sudah jelas? Akhir bahagia itu bukan milik kita.

Senin, 03 Desember 2012

Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah


Judul : Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 512

“Nak, perasaan itu tidak sesederhana satu tambah satu sama dengan dua. Bahkan ketika perasaan itu sudah jelas bagai bintang di langit, gemerlap indah tak terkira, tetap saja dia bukan rumus matematika. Perasaan adalah perasaan, meski secuil, walau setitik hitam di tengah lapangan putih luas, dia bisa membuat seluruh tubuh jadi sakit, kehilangan selera makan, kehilangan semangat. Hebat sekali benda bernama perasaan itu"
-- Pak Tua (halaman 132)


Novel ini menceritakan kisah cinta yang sama sekali tidak biasa antara Borno dan Mei, seorang pengemudi sepit di sungai Kapuas dan seorang guru keturunan Tionghoa. Borno yang memiliki hati paling lurus sepanjang tepian Kapuas ditakdirkan untuk bertemu Mei walau terkadang untuk pertemuan – pertemuan selanjutnya itu direncanakan oleh Borno sendiri (atau Mei?). Pertemuan mereka berawal dari sebuah angpau merah yang Borno kira adalah sebuah surat yang tak sengaja ditinggalkan oleh sang pemiliknya, Si gadis cantik berbaju kuning. Pertemuan demi pertemuan pun mengalir sepanjang sungai Kapuas yang sayangnya Borno tidak berani untuk sekedar menanyakan nama dan hanya hafal aktivitas sang gadis cantik (tiba didermaga kayu pukul 7.15, menyeberang. Dia selalu berpakaian rapi, membawa payung, dengan tas dipenuhi buku tersampir dipundak. Aku menerka-nerka tampaknya pekerjaan gadis ini guru – halaman 97) yang membuat Andi sahabat karib Borno sendiri kesal. Perjalanan Borno untuk sekedar mengenal gadis tersebut mengalami banyak rintangan hingga akhirnya nasib baik berpihak kepadanya sehingga mereka menjadi dekat  dan perjalanan cerita Borno dan Meipun dimulai, dari belajar sepit, menikmati Kapuas, mengantarkan makan siang, menikmati kota Surabaya, menemui pasangan fulan dan fulanah, diusir satpam galak, yang sayangnya tanpa Borno sadari kedekatan itu membuka kembali lembar lama kenangan yang membekas di ingatan Borno hingga akhirnya angpau merah jugalah yang akan menyingkap semua tirai masa lalu sekaligus jawaban dari semua peristiwa yang dialami Borno.

“Seharusnya kita tidak pernah bertemu Abang” (Mei)

Awalnya saya membaca kisah ini di jejaring sosialnya milik Tere Liye dan berakhir dengan ending yang menggantung dan tidak lama Novel ini nangkring di Gramedia. Saya Suka covernya yang sendu menurut saya tapi sangat cantik. Well tak dipungkiri nama Tere Liye adalah salah satu magnet dalam dunia perbukuan, saya salah satu fansnya dan memiliki semua koleksinya dan tidak heran tanpa pikir panjang saya membeli novel ini dan berharap ada ending yang lain dikisahnya.

Menurut saya karya Tere Liye yang satu ini berbeda, berbeda karena mengambil setting di Pontianak, berbeda dalam hal penentuan tokohnya dan berbeda dengan alurnya. Cerita cinta yang tidak terkesan lebay dan banyak memberikan pesan positifnya baik melaui Borno, Pak Tua dan tokoh lainnya yang tidak menggurui, sederhana tapi menghujam jantung dan bikin nyesek, cocok bagi yang suka galau (nunjuk diri sendiri) dan mengobati kegalauan. 5 jempol untuk bang Tere. Typo? Entahlah saya tidak menemukannya karena saya sangat menikmati ceritanya, tapi saya kepingin tau masa mudanya pak Tua itu gimana ya? Karena di Novelnya kurang begitu dijelaskan padahal menurut saya Pak Tua adalah tokoh yang juga berperan besar untuk Tokoh Utama (borno) dan Mei. Mungkin agak lebih seru diceritakan darimana semua kebijakan pak Tua dan pasti seru sekali membayangkan masa muda pak Tua.

Dan untuk endingnya? Saya bernapas lega untuk ending novel ini setidaknya tidak membuat pikiran saya ngambang kemana-mana, saya sangat suka dengan keteguhan Borno dan hatinya yang sangat lapang. Saya suka sekali BoMe Couple ini. Saya suka sekali bagaimana cara Borno menjelaskan perasaannya yang membuat gadis si sendu menawan nan misterius –Mei menjadi gadis yang sama riangnya di Pontianak.

“kau tahu, Mei. Dulu aku pernah bertanya pada Pak Tua, “Kalau untuk Andi, Pak Tua punya kalimat bijak dan cerita hebat cinta yang cocok baginya, lantas untukku, apakah Pak Tua juga punya? Pak Tua tersenyum, dan menepuk bahuku, ‘Tentu ada, Borno. Tentu ada. Tapi aku akan membiarkan kan sendiri yang menemukan kalimat bijak itu, kau sendiri yang akan menulis cerita hebat itu. Untuk orang-orang seperti kau, yang jujur atas kehidupan, bekerja keras dan sederhana, maka definisi cinta sejati akan mengambil bentuk yang amat berbeda, amat menakjubkan.’ Kau tau Mei. Hari ini aku mengerti kalimat Pak Tua (halaman 507)

Cinta sejati akan memiliki jalannya sendiri

Medan, Juni 2012

Jumat, 12 Oktober 2012

2 dan sebuah cita-cita

Aku baru aja selesai membaca novel 2 nya Donny Dhirgantoro, sebuah kisah yang sangat luar biasa tentang kegigihan, keberanian, kerja keras dan semangat untuk hidup. Aku salut dengan Gusni  yang tidak menyerah dalam penyakitnya tapi memutuskan berjuang melawannya. Dinovel ini juga mengajarkan untuk mencapai cita-cita yang definisinya sangat sederhana yaitu sesuatu yang membuatmu senang dan dapat membnggakan orang tua.

Berbicara cita-cita, aku ingat ketika masih kecil dulu. Mempunyai cita-cita yang begitu banyak dan sering berubah, ngeliat ayah aku kepingin jadi guru, ngeliat polisi pengin jadi polwan, ngeliat dokter pengin jadi istrinya dokter, ngeliat apotek pengen pula jadi apoteker, cita-cita masa kecil dulu nggak konstan hanya sekedar kepingin dan random. 

Sekarang aku kepingin (termasuk cita-cita nggak ya?) punya toko buku sendiri atau taman bacaan yang aku kelola sendiri (jadi keingat penyewaan novel punya ku dulu), toko buku yang mungil saja tapi koleksinya lengkap, disampingnya aku ngebuat taman bacaan untuk anak-anak, lesehan dengan sesekali membahas buku yang mereka baca. Pasti seru ngeliat anak-anak yang lagi membaca di ruangan yang colorfull. Toko bukunya dibuat senyaman mungkin, dengan interior yang agak klasik, pokoknya nggak hanya sebuah toko... duh, ngebayanginnya aja bikin aku ngiler. Mudah-mudahan cita-cita yang satu ini kesampaian, Amin...

Rabu, 05 September 2012

Ibuk


Judul : Ibuk
Penulis : Iwan Setyawan
Penerbit : Gramedia
Halaman : 293

Seperti sepatumu ini, Nduk. Kadang kita mesti berpijak dengan sesuatu tak sempurna. Tapi kamu mesti kuat. Buatlah pijakanmu kuat.

Ibuk, menceritakan perjalanan seorang perempuan yang sederhana dalam membesarkan putra putrinya. Melalui salah satu anak ibuk, Bayek menceritakan perjuangan panjang ibuk dalam mencukupi kebutuhan anak-anaknya dan bagaimana ibuk dengan usahanya yang tak kenal menyerah berhasil membuat anak-anaknya sukses. Bayek mengajak saya menulusuri setiap tempat persinggahan ibuk dan saya tersenyum simpul ketika Ibuk malu-malu mengiyakan ajakan bapak menikah, menagis terharu dengan usaha ibu mengatur kebutuhan dan pendidikan anak-anaknya dan tanpa sadar novel ini mengingatkan saya akan ibuk saya yang walau perjuangannya berbeda tetapi mempunyai tujuan yang sama untuk anaknya.

Ibuk, melalui hidup sebagai perjuangan. Tidak melihatnya sebagai penderitaan

Di novel ini juga Iwan Setyawan kembali mengangkat kisah kehidupannya dan novel ini tidak terlalu berbeda dengan novel sebelumnya, 9 Summers 10 Autumns, hal-hal yang pernah diceritakan dalam 9S10A kembali diangkat dalam Ibuk dengan ditambahi nasehat dan petuah ibuk yang sangat berperan ketika Bayek mengambil keputusan. Ah, membaca novel ini seperti membuka kembali memory dan kenangan saya tentang ibuk. Dan karena saya juga anak rantau, saya juga mengalami kegalauan seperti bayek dalam mengambil keputusan dan sama juga seperti bayek (lagi) walau jarak yang jauh, tapi ibuk terasa dekat melalui berbagai petuah dan nasehat yang disampaikannya *curhat. Iwan Setyawan berhasil membuat saya mewek dan kepengen pulkam.

A mother knows what her child's gone trough, even if she didn't see it her self

...karena cinta tak bisa menunggu



Selasa, 04 September 2012

Bellamore - A Beautiful Love to Remember

Judul : Bellamore - A Beautiful Love to Remember
Penulis :

I guess God simply wants me to meet many wrong people before I meet the right one
Lana putus lagi dengan kekasihnya dengan alasan yang sama, seks. Yup, Lana mempertahankan prinsipnya untuk tidak bobo bareng dengan cowok yang sedang menjadi pacarnya dan karena prinsip itulah Lana seringkali mengalami kegagalan dalam suatu hubungan hingga akhirnya Lana bertemu dengan Fabian, pria Italia, Prince Charming yang digilai cewek-cewek bahkan cowok dikantornya yang sering merayu dan menatap Lana dengan penuh arti.

Kamu membutuhkan pria yang bisa membuatmu merasa menjadi wanita sejati, yang bisa menunjukkan arti sebenarnya dari sebuah kenikmatan dan menyulut semua api dalam dirimu menjadi bara besar yang menggelora...
Lana yang telah menjudge bahwa diotak pria selalu memikirkan seks, emoh dideketin Fabian yang rayuannya seperti tukang obral di Pasar Tanah Abang. Lana dan Fabian juga sering beradu argumen jika membicarakan prinsip Lana yang tanpa sadar membuat mereka dekat. Hingga akhirnya Fabian pergi meninggalkan Lana dengan kebimbangan perasaan Lana sampai waktu mempertemukan mereka kembali dan Lanapun mendapati sebuah kenyataan yang mengejutkan tentang Fabian.

See, I've always make you sad. You shouldn't be with me, Lana. I become a real jerk whenever you near me. I can't make you happy...
Fabian menderita penyakit Systemic Lupus Erythematosus yang mengakibatkan komplikasi yang cukup serius, sehingga Fabian tidak mau mengikat Lana dengan masa depan yang belum pasti.

Aku tak mengerti, aku tak ingin penyakitnya menghalangi kebahagiaan yang masih bisa kami raih bersama. Banyak kisah bahagia di dunia ini yang dialami pasangan yang menderita penyakit. Toh, bagaimanapun juga masa depan tetap misteri bagi manusia.

Membaca novel ini meninggalkan perasaan yang hangat, saya suka Fabian yang walau menjengkelkan bagi Lana (karena sering mengolok-oloknya) dan sikapnya yang tidak egois. Saya suka kebersamaan mereka di New York dan bersorak ketika Fabian mengizinkan Lana masuk kekehidupannya. Dan Lana? well, saya salut dengan dia. Kisah mereka, memang sesuatu yang indah untuk diingat.

So, have faith, Lanavera, have faith... You may shed a tear today for the love that you can not have. But have a faith, for tomorrow another love will wait for you just around the bend.

"Arrivederci amore mio.... arrivederci bellamore..."

Senin, 03 September 2012

My Name Is Kim Sam Soon


Judul : My Name Is Kim Sam Soon
Penulis : 

 Bagi wanita berusia 30 tahunan, lebih mungkin terkena ledakan bom atom daripada menemukan pria yang tepat. Tetapi, siapa yang tau kita akan benar-benar bertemu bom atom?

Hiduplah seorang wanita lajang di Korea Selatan yang bernama Kim Sam Soon, seorang patissier. Kim Sam Soon nama yang cukup kuno menurutnya dan sangat kampungan bagi korea. Sam berarti tiga dan Soon biasanya dipakai untuk nama anak perempuan. Hidup selama 29 tahun dengan nama Kim Sam Soon, selalu saja ada hal memalukan yang menimpanya, dan hal-hal buruk terus mengikutinya. Ditertawakan pria jika mereka berkenalan sehingga dia memutuskan memakai nama Kim Hee Jin, diputuskan secara sepihak melalui telpon oleh pria yang dicintainya tepat di malam Natal, bertemu seorang pyscho dan dikatakan freak karena kedapatan mengganti baju di toilet pria, berat badan yang terus bergerak naik dan usahanya untuk mengganti nama selalu mendapat penolakan dari ibunya. Seakan hal-hal buruk tidak pernah pergi, Kim Sam Soon menjadi pengangguran karena kue pertunangan spektakuler yang diciptakannya berhasil membuat kliennya -mantan yang ternyata bertunangan dengan putri-angkuh-teman-SMA menangis, sebuah upaya pembalasan dendam.

Pada saat belajar menyetir, tanpa sengaja Kim Sam Soon bertemu kembali dengan psycho yang berakhir dengan kesalahan mengambil kue ulang tahun dan entah berkah atau tidak, pyscho yang dibencinya, Jang Do Young merupakan seorang direktur, menawarkan pekerjaan menjadi patissier dengan gaji yang telah dipotong 50% sebagai ganti rugi mobil yang dirusak, selain itu dengan keterpaksaan Kim Sam Soon harus rela menjadi pacar pura-pura Do Young selama setahun penuh. Dan perjalanan kisah merekapun dimulai.

kalau menurutmu rasa seperti itu adalah neraka, akupun merasakannya. Karena kau, sekarang aku merasa berada di neraka! Wanita Bodoh!

Novel ini berhasil saya selesaikan dalam waktu beberapa jam, alur ceritanya yang menarik dan humor yang lumayan rasanya kurang rela kalau dibiarkan begitu saja. Ada sedikit typo disana sini dan terkadang loncatan alur dan cerita dari beberapa tokoh membuat saya pusing dan harus dibaca berulang-ulang, apa sayanya yang ngantuk karena udah lewat tengah malam atau saya nya yang agak lola (loading lambat). Tapi, secara keseluruhan saya sangat menyukai novel ini.

Versi serial korea

Aku selalu mencintai seseorang dengan bersungguh-sungguh. Aku tidak pernah memutuskan dan meninggalkan siapapun. Aku selalu mencintai seseorang dengan sepenuh hatiku. Plenetil atau apapun itu bagiku itu tidak pernah hilang.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...