Tampilkan postingan dengan label Novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Novel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Januari 2014

Athena: Eureka!

Judul : ATHENA: EUREKA!
Penulis : Erlin Natawiria
Editor : Nico Rosady & Jia Effendy
Proofreader : Patresia Kirnandita
Desain sampul : Jeffri Fernando
Penerbit : Gagas Media
ISBN : 978-979-780-671-2
284 Halaman, cetakan I Desember 2013

Blurb :

Pembaca tersayang,

Langkahkan kakimu ke kota sang dewi kebijaksanaan, Athena. Dari penulis debut Gagasmedia, Erlin Natawiria, kita akan mengikuti Widha mewujudkan impian masa kecilnya serta mendiang kakaknya yang kembar.

Satu insiden kecil di losmen mempertemukan Widha dengan Nathan. Mereka menjadi rekan seperjalanan; menyusuri Agora, Plaka, lalu ikut larut dalam keriaan sepasang pengantin baru di Rafina. Rasa bertumbuh seiring kaki-kaki mereka melangkah, dan binar tepercik setiap kali keduanya berserobok pandang.

Namun, di sebuah kios buku kuno di Monastiraki, Widha melihat hantu masa lalunya. Seseorang yang tidak seharusnya hadir di kota impiannya. Sosok yang gagal dia lupakan.

Setiap tempat punya cerita,

Di antara puing-puing kuil Parthenon, ada reruntuhan hati yang siap dibangun kembali.

Salam,

Editor

Pemikiran saya tentang buku ini :

Selasa, 08 Oktober 2013

The Chronicles of Audy

The Chronicles of Audy
Penulis : Orizuka
Penerbit : Penerbit Haru
ISBN 978-602-7742-21-5
320 Halaman

Sinopsis :
Hai. Namaku Audy. Umurku 22 tahun.
Hidupku tadinya biasa-biasa saja, sampai kedua orangtuaku jatuh bangkrut karena ditipu.

Aku hanya tinggal selangkah lagi menuju gelar sarjanaku. Selangkah lagi!

Tapi kedua orangtuaku rupanya tega merusak momen itu. Jadi sekarang, di sinilah aku berada. Di rumah aneh yang dihuni oleh 4 bersaudara yang sama anehnya: Regan, Romeo, Rex dan Rafael.

Aku, yang awalnya berpikir akan bekerja sebagai babysitter, dijebak oleh kontrak sepihak dan malah dijadikan pembantu!

Terdengar klise?
Mungkin, bagimu. Bagiku? Musibah!
Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang mendadak jadi ribet. Kronik dari seorang Audy.

Minggu, 01 September 2013

Melbourne: rewind


Judul : MELBOURNE 
Penulis : Winna Effendi
Penerbit : Gagas Media
ISBN : 979-780-645-6
328 Halaman

And it's hard to love again
when the only way it's been
when the only love you knew
just walked away
If it's something that you want
Darling, you don't have to run

Does the past always come back to you?
Laura kembali bertemu dengan Max, mantannya yang telah menghilang selama lima tahun tanpa meninggalkan jejak. Max yang tidak berubah, yang masih terlihat sama dan berbeda. Mereka bertukar kabar, bercerita sedikit, bertukar nomer handphone, berjanji untuk bertemu, bertukar cerita, catch up on old times.. sesuatu yang dijanjikan Laura tapi mungkin tak akan dipenuhi, berjalan menjauh hingga sebuah ajakan dari Max yang menghentikannya

"What about some coffee??"

Senin, 17 Desember 2012

Goodbye Happiness


Judul: Goodbye Happiness
Penulis: Arini Putri
Jumlah Halamanan: 320 hlm
Ukuran: 13 x 19 cm
Harga: Rp45.000
ISBN: 979-780-593-X



Sinopsis (dari gagasmedia) :

Kau dan aku tidak ditakdirkan untuk berada dalam satu kisah yang indah. Percaya atau tidak, begitulah kenyataannya. Jangan menyangkalnya karena akan sia-sia. Sama seperti berjalan di atas pecahan kaca, setiap langkah kita sesungguhnya hanya akan menuai luka.

Kau dan aku seperti tengah mencoba untuk membirukan senja yang selalu merah. Kita sama-sama berusaha, namun tidak bisa mengubah apa-apa. Senja tetap berwarna merah dan hatiku masih saja berkata tidak. Maka, berhenti dan renungkanlah ini semua sejenak. Tidak ada gunanya memaksa. Ini hanya akan membuatmu tersiksa dan aku menderita.

Lantas, kenapa kita tidak menyerah saja? Bukankah sejak awal semuanya sudah jelas? Akhir bahagia itu bukan milik kita.

Senin, 03 Desember 2012

Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah


Judul : Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 512

“Nak, perasaan itu tidak sesederhana satu tambah satu sama dengan dua. Bahkan ketika perasaan itu sudah jelas bagai bintang di langit, gemerlap indah tak terkira, tetap saja dia bukan rumus matematika. Perasaan adalah perasaan, meski secuil, walau setitik hitam di tengah lapangan putih luas, dia bisa membuat seluruh tubuh jadi sakit, kehilangan selera makan, kehilangan semangat. Hebat sekali benda bernama perasaan itu"
-- Pak Tua (halaman 132)


Novel ini menceritakan kisah cinta yang sama sekali tidak biasa antara Borno dan Mei, seorang pengemudi sepit di sungai Kapuas dan seorang guru keturunan Tionghoa. Borno yang memiliki hati paling lurus sepanjang tepian Kapuas ditakdirkan untuk bertemu Mei walau terkadang untuk pertemuan – pertemuan selanjutnya itu direncanakan oleh Borno sendiri (atau Mei?). Pertemuan mereka berawal dari sebuah angpau merah yang Borno kira adalah sebuah surat yang tak sengaja ditinggalkan oleh sang pemiliknya, Si gadis cantik berbaju kuning. Pertemuan demi pertemuan pun mengalir sepanjang sungai Kapuas yang sayangnya Borno tidak berani untuk sekedar menanyakan nama dan hanya hafal aktivitas sang gadis cantik (tiba didermaga kayu pukul 7.15, menyeberang. Dia selalu berpakaian rapi, membawa payung, dengan tas dipenuhi buku tersampir dipundak. Aku menerka-nerka tampaknya pekerjaan gadis ini guru – halaman 97) yang membuat Andi sahabat karib Borno sendiri kesal. Perjalanan Borno untuk sekedar mengenal gadis tersebut mengalami banyak rintangan hingga akhirnya nasib baik berpihak kepadanya sehingga mereka menjadi dekat  dan perjalanan cerita Borno dan Meipun dimulai, dari belajar sepit, menikmati Kapuas, mengantarkan makan siang, menikmati kota Surabaya, menemui pasangan fulan dan fulanah, diusir satpam galak, yang sayangnya tanpa Borno sadari kedekatan itu membuka kembali lembar lama kenangan yang membekas di ingatan Borno hingga akhirnya angpau merah jugalah yang akan menyingkap semua tirai masa lalu sekaligus jawaban dari semua peristiwa yang dialami Borno.

“Seharusnya kita tidak pernah bertemu Abang” (Mei)

Awalnya saya membaca kisah ini di jejaring sosialnya milik Tere Liye dan berakhir dengan ending yang menggantung dan tidak lama Novel ini nangkring di Gramedia. Saya Suka covernya yang sendu menurut saya tapi sangat cantik. Well tak dipungkiri nama Tere Liye adalah salah satu magnet dalam dunia perbukuan, saya salah satu fansnya dan memiliki semua koleksinya dan tidak heran tanpa pikir panjang saya membeli novel ini dan berharap ada ending yang lain dikisahnya.

Menurut saya karya Tere Liye yang satu ini berbeda, berbeda karena mengambil setting di Pontianak, berbeda dalam hal penentuan tokohnya dan berbeda dengan alurnya. Cerita cinta yang tidak terkesan lebay dan banyak memberikan pesan positifnya baik melaui Borno, Pak Tua dan tokoh lainnya yang tidak menggurui, sederhana tapi menghujam jantung dan bikin nyesek, cocok bagi yang suka galau (nunjuk diri sendiri) dan mengobati kegalauan. 5 jempol untuk bang Tere. Typo? Entahlah saya tidak menemukannya karena saya sangat menikmati ceritanya, tapi saya kepingin tau masa mudanya pak Tua itu gimana ya? Karena di Novelnya kurang begitu dijelaskan padahal menurut saya Pak Tua adalah tokoh yang juga berperan besar untuk Tokoh Utama (borno) dan Mei. Mungkin agak lebih seru diceritakan darimana semua kebijakan pak Tua dan pasti seru sekali membayangkan masa muda pak Tua.

Dan untuk endingnya? Saya bernapas lega untuk ending novel ini setidaknya tidak membuat pikiran saya ngambang kemana-mana, saya sangat suka dengan keteguhan Borno dan hatinya yang sangat lapang. Saya suka sekali BoMe Couple ini. Saya suka sekali bagaimana cara Borno menjelaskan perasaannya yang membuat gadis si sendu menawan nan misterius –Mei menjadi gadis yang sama riangnya di Pontianak.

“kau tahu, Mei. Dulu aku pernah bertanya pada Pak Tua, “Kalau untuk Andi, Pak Tua punya kalimat bijak dan cerita hebat cinta yang cocok baginya, lantas untukku, apakah Pak Tua juga punya? Pak Tua tersenyum, dan menepuk bahuku, ‘Tentu ada, Borno. Tentu ada. Tapi aku akan membiarkan kan sendiri yang menemukan kalimat bijak itu, kau sendiri yang akan menulis cerita hebat itu. Untuk orang-orang seperti kau, yang jujur atas kehidupan, bekerja keras dan sederhana, maka definisi cinta sejati akan mengambil bentuk yang amat berbeda, amat menakjubkan.’ Kau tau Mei. Hari ini aku mengerti kalimat Pak Tua (halaman 507)

Cinta sejati akan memiliki jalannya sendiri

Medan, Juni 2012

Rabu, 05 September 2012

Ibuk


Judul : Ibuk
Penulis : Iwan Setyawan
Penerbit : Gramedia
Halaman : 293

Seperti sepatumu ini, Nduk. Kadang kita mesti berpijak dengan sesuatu tak sempurna. Tapi kamu mesti kuat. Buatlah pijakanmu kuat.

Ibuk, menceritakan perjalanan seorang perempuan yang sederhana dalam membesarkan putra putrinya. Melalui salah satu anak ibuk, Bayek menceritakan perjuangan panjang ibuk dalam mencukupi kebutuhan anak-anaknya dan bagaimana ibuk dengan usahanya yang tak kenal menyerah berhasil membuat anak-anaknya sukses. Bayek mengajak saya menulusuri setiap tempat persinggahan ibuk dan saya tersenyum simpul ketika Ibuk malu-malu mengiyakan ajakan bapak menikah, menagis terharu dengan usaha ibu mengatur kebutuhan dan pendidikan anak-anaknya dan tanpa sadar novel ini mengingatkan saya akan ibuk saya yang walau perjuangannya berbeda tetapi mempunyai tujuan yang sama untuk anaknya.

Ibuk, melalui hidup sebagai perjuangan. Tidak melihatnya sebagai penderitaan

Di novel ini juga Iwan Setyawan kembali mengangkat kisah kehidupannya dan novel ini tidak terlalu berbeda dengan novel sebelumnya, 9 Summers 10 Autumns, hal-hal yang pernah diceritakan dalam 9S10A kembali diangkat dalam Ibuk dengan ditambahi nasehat dan petuah ibuk yang sangat berperan ketika Bayek mengambil keputusan. Ah, membaca novel ini seperti membuka kembali memory dan kenangan saya tentang ibuk. Dan karena saya juga anak rantau, saya juga mengalami kegalauan seperti bayek dalam mengambil keputusan dan sama juga seperti bayek (lagi) walau jarak yang jauh, tapi ibuk terasa dekat melalui berbagai petuah dan nasehat yang disampaikannya *curhat. Iwan Setyawan berhasil membuat saya mewek dan kepengen pulkam.

A mother knows what her child's gone trough, even if she didn't see it her self

...karena cinta tak bisa menunggu



Senin, 25 Juni 2012

Hex Hall


Judul : Hex Hall
Penulis :

Aku suka sekali dengan sifat kesetiakawanannya Sophie, disaat semua orang tidak percaya dengan sahabatnya, Sophie berusaha mati-matian mencari cara untuk membebaskan Jenna dari semua tuduhan. Sophie dan jenna memiliki persahabatan yang unik.

Kalau aku pergi, Jenna tidak punya siapa-siapa. Sampai sebegitu saja niat untuk menjadi orang aneh bersama.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...