Tampilkan postingan dengan label Baca Bareng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Baca Bareng. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 September 2017

Love O2O by Gu Man



Postingan ini (mungkin) mengandung spoiler!!!!

Sebenarnya aku bingung harus mereview buku ini gimana, mungkin juga karena berekspektasi terlalu tinggi dan seketika aku merasa hampa setelah menyelesaikan buku ini. Buku dan dramanya sangat mirip, bahkan menurutku drama lebih menjelaskan isi buku walau ada beberapa tokoh dan setting tambahan. Jika tidak mengingat abang Yang Yang, mungkin buku ini akan berakhir di rak DNF.

Awalnya agak aneh saat aku membaca buku ini, entah karena terjemahannya yang agak flat di awal-awal cerita (IMHO ya ini) aku ngerasa kayak kurang ngalir dan agak kaku, mulai dari bahasa yang digunakan, sebutan yang dipakai saat berbicara dan sebagainya #digeplak, tapi tetep aja aku senyum-senyum gaje ngebayangin Xiao Nai di buku dengan Yang Yang di drama plus sikap sok coolnya itu.

Senin, 26 Oktober 2015

People Like Us

Judul : PEOPLE LIKE US
Penulis : Yosephine Monica
Penerbit : Haru Publisher
ISBN : 978-602-7742-35-2
330 halaman, cetakan ke I, 2014
My Rating : 3.5/5

Blurb



Akan kuceritakan sebuah kisah untukmu.
Tentang Amy, gadis yang tak punya banyak pilihan dalam hidupnya.
Serta Ben, pemuda yang selalu dihantui masa lalu.

Sepanjang cerita ini, kau akan dibawa mengunjungi potongan-potongan kehidupan mereka.
Tentang impian mereka,
tentang cinta pertama,
tentang persahabatan,
tentang keluarga, juga tentang... kehilangan.

Mereka akan melalui petualangan-petualangan kecil, sebelum salah satu dari mereka harus mengucapkan selamat tinggal.

Mungkin, kau sudah tahu bagaimana cerita ini akan tamat.

Aku tidak peduli.
Aku hanya berharap kau membacanya sampai halaman terakhir.

Kalau begitu, kita mulai dari mana?
Amelia Collins menyukai Benjamin Miller. Amy menyukai Ben sejak middle school tapi tidak pernah benar-benar berbicara dengan Ben. Satu-satunya pembicaraan yang pernah mereka lakukan adalah saat perayaan natal di kursus musik mereka, setelah itu Ben pindah dan mereka tak pernah bertemu lagi.

Lebih dari setengah tahun setelah Amy kehilangan Jejak Ben, secara tak sengaja anak lelaki itu mendaftar di high school yang sama dengan Amy. Amy bertemu Ben namun tak sekalipun Amy menghampiri Ben untuk sekedar menyapa atau berbasa basi tentang kursus musik mereka dahulu. Amy tak bisa melakukan apa-apa untuk memperjuangkan perasaannya. Amy hanya mampu berada disekitar Ben hingga seantero sekolah mengetahui bahwa Amy menyukai Ben dan Amy tak mampu berbuat banyak untuk meredam berita tentang perasaannya yag terlanjur beredar.

Senin, 19 Oktober 2015

Somewhere only we know - sebuah curhat

Judul : SOMEWHERE ONLY WE KNOW
Penulis : Alexander Thian
Penerbit : Gagasmedia
ISBN : 979-780-830-0
338 halaman, cetakan ke I, 2015
My Rating : 2/5

Blurb :


Kenzo
Menyusuri jalanan Hanoi yang basah, menerobos hujan yang masih turun dengan deras. Gue melangkah tanpa peduli ke mana kaki membawa gue pergi. Lampu kuning jalanan membuat jejak-jejak rintik hujan tampak jelas. Entah karena gue yang delusional atau terlalu romantis menjijikkan, gue setengah berharap dia akan muncul di ujung jalan, bersandar pada tiang lampu, membawa payung, lalu tersenyum melihat gue.

Ririn
Kenangan itu masih sejelas dan sebening film yang berformat blu-ray. Gue tertawa kecil ketika membuka pintu taksi, membayangkan wajah aneh Arik sore itu. Dalam perjalanan pulang, gue bermimpi tentang berdansa di awan, sementara kembang api meledak- ledak di sekitar gue dan Arik.

Arik, can we be infinite?
Most of all, is this the love we think we deserve?

Bagi Kenzo, cinta ibarat secangkir kopi.
Terkadang terasa pahit, tetapi tetap memiliki banyak lapis rasa.
Bagi Ririn, kakak Kenzo, cinta hanya memiliki dua rasa: pahit dan manis.
Meski Kenzo meyakinkan selalu ada ruang untuk dongeng cinta, Ririn berusaha melupakan cinta karena pahitlah yang mendominasi kisahnya.
Ketika cinta benar- benar ada di hadapan keduanya,
mampukah mereka menerima dan memperjuangkannya?
Ini kisah tentang dua hati yang sama-sama merindukan kehangatan cinta. Tentang dua orang yang selalu berusaha mengartikan cinta, tetapi akhirnya mereka sadar bahwa cinta tak perlu diartikan.

Ririn dan Kenzo belajar dari rasa sakit, meskipun telah banyak kehilangan, mereka tetap memiliki harapan tentang cinta. Bahwa kita hanya perlu jatuh cinta untuk merasakan maknanya. Somewhere Only We Know juga mengisahkan tentang memaafkan masa lalu yang akan membawa kebahagiaan baru. Cinta itu selalu ada.

P.S ini adalah curhat colongan saya setelah membaca buku ini. Postingan ini mungkin saja akan terasa sangat panjang dan agak spoiler.

Rabu, 02 September 2015

The Chronicles of Audy : 4/4

Judul : THE CHRONICLES OF AUDY : 4/4
Penulis : Orizuka
Penerbit : Haru Publisher
ISBN : 978-602-7742-53-6
314 halaman, cetakan ke I, 2015
My Rating : 3/5

Blurb :


Hai. Namaku Audy.
Umurku masih 22 tahun.
Hidupku tadinya biasa-biasa saja,
sampai aku memutuskan untuk bekerja di rumah 4R dan jatuh hati pada salah seorang di antaranya.

Kuakui aku bertingkah (super) norak soal ini,tapi kenapa dia malah kelihatan santai-santai saja?
Setengah mati aku berusaha jadi layak untuknya, tapi dia bahkan tidak peduli!

Di saat aku sedang dipusingkan oleh masalah percintaan ini, seperti biasa, muncul masalah lainnya.

Tahu-tahu saja, keluarga ini berada di ambang perpisahan.
Aku tidak ingin mereka tercerai-berai, tapi aku bisa apa?

Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang masih saja ribet. Kronik dari seorang Audy.
Ini merupakan bagian ketiga dari kronik seorang Audy Nagisa, mahasiswi tingkat akhir Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Gajah Mada yang masih mandek dengan skripsi dan hubungan keluarganya dengan 4R.

p.s. Postingan ini adalah curhat dari #TeamRex garis keras :p

Jumat, 04 April 2014

Kok, Putusin Gue?

Judul : Kok, Putusin Gue?
Penulis : Ninit Yunita
Penerbit : GagasMedia
ISBN : 979-780-683-9
243 halaman, cetakan 11 2013

Blurb :
Rasanya dikhianati oleh pacar tercinta itu sakit banget! Dunia seakan mau berakhir. Setidaknya, itu yang dirasakan Amaya. Akibat sakit yang menguasai hati, membuatnya melakukan pembalasan dengan berbagai cara. Namun, setelah melakukan “serangan-serangan” kepada sang mantan, tidak membuat lukanya sembuh. Malah, kebencian semakin menguasainya. Dendam dan kebencian adalah dua hal yang pelan-pelan membuat hidup Amaya hampa. Namun, kebahagiaan akan terasa nyata seandainya ia bisa mengikhlaskan semuanya dan memulai hidup baru; melupakan kenangan pahit, dan bersiap membuka hati untuk cinta yang lain.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...