Tampilkan postingan dengan label Domestic Romance. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Domestic Romance. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Februari 2016

You Had Me at "Hello"

Judul : YOU HAD ME AT "HELLO"
Penulis : Indah Hanaco
Penerbit : Elex Media Komputindo
ISBN : 9786020270050
330 halaman, cetakan ke I, 2015
My Rating : 2/5

Blurb



Inanna mungkin masih terlalu muda untuk membuka pintu yang membawanya pada pernikahan. Namun berbagai kecerobohan membuat gadis itu tidak punya pilihan. Inanna memilih menghabiskan sisa hidupnya bersama Alistair.

Cinta berhadir begitu dia menantang mata sewarna biru es itu. Harapan dilambungkan ke langit, sutau saat nanti inanna bisa bukankah mereka terikat sumpah di depan tuhan?

Tapi apa jadinya saat inanna tahu kalau Alistair cuma menganggapnya wujud kepingan masa lalu? Percayalah, cinta takkan pernah semenyenangkan itu.
Buku pertama Indah Hanaco yang saya baca. Temanya klasik sih tentang gadis kaya yang hidupnya suka-suka terus dijodohin sama laki-laki baik nan mapan plus ganteng (tapi memiliki sedikit masa lalu yang kurang menyenangkan).

Rabu, 16 September 2015

Sabtu Bersama Bapak

Judul : SABTU BERSAMA BAPAK
Penulis : Adhitya Mulya
Penerbit : Gagasmedia
ISBN : 979-780-721-5
278 halaman, cetakan ke I, 2014
My Rating : 5/5

Blurb :


“Hai, Satya! Hai, Cakra!” Sang Bapak melambaikan tangan.
“Ini Bapak.
Iya, benar kok, ini Bapak.
Bapak cuma pindah ke tempat lain. Gak sakit. Alhamdulillah, berkat doa Satya dan Cakra.


Mungkin Bapak tidak dapat duduk dan bermain di samping kalian.
Tapi, Bapak tetap ingin kalian tumbuh dengan Bapak di samping kalian.
Ingin tetap dapat bercerita kepada kalian.
Ingin tetap dapat mengajarkan kalian.
Bapak sudah siapkan..

Ketika punya pertanyaan, kalian tidak pernah perlu bingung ke mana harus mencari jawaban.
I don’t let death take these, away from us.
I don’t give death, a chance.

Bapak ada di sini. Di samping kalian.
Bapak sayang kalian.”

Ini adalah sebuah cerita. Tentang seorang pemuda yang belajar mencari cinta. Tentang seorang pria yang belajar menjadi bapak dan suami yang baik. Tentang seorang ibu yang membesarkan mereka dengan penuh kasih. Dan…, tentang seorang bapak yang meninggalkan pesan dan berjanji selalu ada bersama mereka.
Buku ini menceritakan tentang  kehidupan Cakra dan Satya setelah Bapak pergi. Kepergian bapak meninggalkan hal yang sangat berarti, sebuah video yang dibuat oleh bapak untuk menemani mereka melangkah agar mereka menjadi pribadi yang lebih baik dari sang bapak sendiri. Sabtu  menjadi hari yang ditunggu Cakra dan Satya, karena di hari Sabtu setelah azan Ashar, bu Itje, mamah mereka akan memutar sebuah video dari bapak. Video tersebut bukan hanya berisi jawaban dari setiap pertanyaan yang ada di benak mereka, tapi juga sebuah pembelajaran, pesan, saran dan bagaimana seharusnya menjalani kehidupan agar hidup tidak sia-sia dan berbuah penyesalan. Buku ini bukan hanya tentang Bapak dan anak, bagi saya buku ini sarat makna.

Selasa, 08 September 2015

Critical Eleven

Judul : CRITICAL ELEVEN
Penulis : Ika Natassa
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-602-03-1892-9
344 halaman, cetakan ke I, 2015
My Rating : 4/5

Blurb :


Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat—tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing—karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It's when the aircraft is most vulnerable to any danger.

In a way, it's kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah—delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan.
Ale dan Anya pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney. Tiga menit pertama Anya terpikat, tujuh jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan serta tawa, dan delapan menit sebelum berpisah Ale yakin dia menginginkan Anya.

Kini, lima tahun setelah perkenalan itu, Ale dan Anya dihadapkan pada satu tragedi besar yang membuat mereka mempertanyakan pilihan-pilihan yang mereka ambil, termasuk keputusan pada sebelas menit paling penting dalam pertemuan pertama mereka.

Diceritakan bergantian dari sudut pandang Ale dan Anya, setiap babnya merupakan kepingan puzzle yang membuat kita jatuh cinta atau benci kepada karakter-karakternya, atau justru keduanya.
Saya sudah lama mendengar nama Ika Natassa, tapi belum sekalipun saya membaca bukunya. Dulu saya hampir membeli buku Ika Natassa tapi ketika saya intip-intip, buku-bukunya mbak Ika ditulis dengan bahasa yang campur aduk antara Indonesia Inggris yang membuat saya menghentikan niat tersebut. Saya hanya merasa tidak nyaman dengan gaya bahasa yang digunakan penulis sampai saya mendengar Critical Eleven. Awalnya saya tidak terlalu peduli dengan promo dan PO yang cukup heboh di linimasa dan ketika iseng-iseng buka goodreads banyak review positif yang saya temui dan akhirnya saya memutuskan untuk mencoba membaca Critical Eleven.

Minggu, 12 April 2015

Subgenre 101 - Domestic Romance


Masih dalam rangka event Around the genres in 30 days yang diadakan oleh BBI, kami tim romance memutuskan untuk membahas beberapa subgenre yang ada pada genre romance dan saya kebagian subgenre Domestic Romance. 

Apa sih sub genre Domestic Romance itu?

Sub genre domestic romance bercerita tentang kehidupan wanita yang sudah menikah/berkeluarga atau pasang surut yang terjadi dalam pernikahan. Karakter dan konflik dalam domestic romance tidak jauh dari kehidupan rumah tangga, seperti karir, anak, mertua, konflik suami istri dan lain sebagainya.

Bukan Cinderella

Judul : BUKAN CINDERELLA
Penulis : Ifa Avianty
Penerbit : Noura Books
ISBN : 978-602-1606-87-2
320 halaman, cetakan ke I, 2015
My Rating : 3/5

Blurb :


“Aku nggak setuju kamu kerja di sana.”

“Ke-kenapa, Ndra?” tanyaku gugup. Kenapa dia berubah pikiran? Kemarin dia setuju. Sorot matanya kali ini membuatku merinding.

“Aku ...nggak suka cara calon bosmu menatapmu.”

Aku bingung

“Kamu beneran nggak ngerti?” ulangnya.
Aku menggeleng.

“Dia itu ...caranya menatapmu, menandakan ...dia menyukaimu, menyayangimu....”

Andra melipat kedua lengannya di dada. Aku jadi salah tingkah sendiri menyadari sikapnya. Dia lalu menggenggam jemariku.

“Tidak ada satu suami pun yang mau istrinya ditatap sedemikian rupa oleh laki-laki yang diam-diam atau terang-terangan memuja istrinya. Demikian juga aku, Laili. Aku suamimu.”

Tapi, aku cuma istrimu, Andra. Bukan wanita yang ada di hatimu. Dan kamu tidak pernah mencintaiku. Bukankah begitu?

Andra menikahi Laili, gadis pilihan Ibunya. Pernikahan yang diyakini Andra tanpa dasar cinta dan sebagai wujud bakti kepada orangtua sedangkan Laili telah jatuh kedalam pesonanya Andra. 

Pernikahan mereka terlihat baik-baik saja, tapi tidak dengan Laili yang sering memendam perasaannya dan Andra yang terkadang cuek, semaunya sendiri dan tak bisa ditebak membuat mereka sering salah paham dan menerka-nerka.

Dalam hati aku bergumam, bersanding mah sudah, secara fisik. Tapi secara hati, aku masih sendiri. Dan haruskah aku siap-siap untuk tetap sendiri? Suamiku sepertinya hanya membutuhkanku untuk hal-hal tertentu, tapi tidak berusaha mencintai dan membawaku dalam hidupnya. (p.55)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...