Sabtu, 25 April 2015

To All the Boys I've Loved Before

Judul : TO ALL THE BOYS I'VE LOVED BEFORE
Penulis : Jenny Han
Penerbit : Penerbit Spring
ISBN : 978-602-71505-1-5
380 halaman, cetakan ke I, 2015
My Rating : 4/5

Blurb :



Lara Jean menyimpan surat-surat cintanya di sebuah kotak topi pemberian ibunya.

Surat-surat itu bukan surat cinta yang ditujukan untuknya, tapi surat yang ia tulis. Ada satu surat untuk setiap cowok yang pernah ia cintai—totalnya ada lima pucuk surat. Setiap kali menulis, ia mencurahkan semua perasaannya. Ia menulis seolah-olah mereka tidak akan pernah membacanya karena surat itu memang hanya untuk dirinya sendiri. Sampai suatu hari, semua surat-surat rahasianya itu tanpa sengaja terkirimkan—entah oleh siapa.

Saat itu juga, kehidupan cinta Lara Jean yang awalnya biasa-biasa saja menjadi tak terkendali. Kekacauan itu melibatkan melibatkan semua cowok yang pernah ia tulis di surat cintanya—termasuk cinta pertamanya, pacar kakaknya, dan cowok terkeren di sekolah.

"Seandainya aku pernah jatuh cinta lebih dari sekali. Menurutku kita seharusnya pernah jatuh cinta setidaknya dua kali saat masih di SMA". (P.30)

Dear Lara Jean,
Aku baru saja selesai membaca kisahmu dan aku benar-benar speechless. Maksudku aku paham perasaanmu tapi disisi lain aku juga bingung. Hahaha, abaikan.

Sama seperti Genevieve, aku sedikit agak kurang menyukaimu (walau hanya sedikit :p) kamu tau kenapa? karena hidupmu itu. Aku sebenarnya iri karena kamu tidak menyadari betapa menariknya dirimu tapi aku rasa itulah daya tarikmu. Ah Kenapa aku tiba-tiba teringat One Direction ya? aku rasa lagu what makes you beautiful itu adalah milikmu.

Ah iya, idemu untuk menuliskan surat kepada laki-laki yang kau sukai itu sebenarnya ide yang sangat oke untuk move on, walau hidupmu tak lagi sama setelah surat-surat yang tak pernah diniatkan untuk dikirim, terkirim secara misterius ke semua laki-laki itu dan mungkin aku akan sama paniknya sepertimu Lara, apalagi surat pertama yang terkirim itu untuk mantan pacar kakakmu, Margot yang mungkin-saja-mereka-masih-saling-mencintai karena alasan putus mereka gara-gara keputusan Margot secara sepihak. Dan untuk sang mantan "Margot", Josh yang mungkin dalam tahap pelarian menganggap suratmu itu Oase di padang pasir (aku tau istilahku ini gaje) dan aku paham tindakanmu pada Peter dengan menjadi pacar pura-puranya setelah surat keduamu itu diterima Peter (ya, itu surat yang sudah lama kau tulis tapi tetap saja isinya memalukan). Kau harus segera menghindari Josh kan? dan itu situasi darurat siaga 1, lagian Peter ingin membuat mantan pacarnya cemburu. Aku tau pikiranmu, kalian bisa menjadi partner yang baik (dengan sedikit peraturan tentunya).

Surat-suratmu yang terkirim ke Lucas Krapf, John Amborse McClaren, dan Kenny Donati tidak terlalu menimbulkan badai yang terlalu buruk atau belum(?), karena badai itu sendirinya berada dihatimu. Dan Lara, kau tega mengakhiri kisahmu dengan pertanyaan-pertanyaan yang tertinggal. Aku akan menuntut penjelasanmu, segera!!!

xx, C


Abaikan surat saya kepada Lara Jean, gadis Song yang panik gara-gara surat untuk laki-laki yang disukainya terkirim tanpa sepengetahuannya. Surat yang ditulis Lara agar bisa move on. Surat yang mengakibatkan banyak perubahan dalam hidup Lara Jean dan mau atau tidak, Lara harus bisa mengatasinya.

Surat-surat cintaku itu bukan seperti surat cinta pada umumnya. Semua kutulis di saat aku tidak ingin mencintai mereka lagi. Semua kutulis sebagai salam perpisahan. Karena setelah menulisnya, aku tidak lagi dikuasai rasa cinta yang menghabiskan segalanya. (P.5)

Selain masalah suratnya, Lara juga harus beradaptasi dengan keadaan rumahnya setelah ditinggal Margot yang memutuskan kuliah di Skotlandia. Lara dan anggota rumah lainnya, Daddy dan Kitty sangat bergantung pada Margot dan sebagai kakak ke dua, Lara harus siap menggantikan Margot mengurus rumah. Itu mudah saja seandainya Lara gadis yang mandiri seperti Margot dan berani seperti Kitty. Tapi Lara adalah Lara. Lara menganggap dirinya tak bisa apa-apa tanpa Margot. Bahkan membawa mobil saja, Lara nervous setengah mati.

Saya menyukai Lara walau awalnya saya agak sedikit sebal dengan sikapnya yang ragu-ragu dan agak sedikit polos (dan sifatnya yang kurang peka, hahaha) tapi karena hal itulah Lara Jean menarik dengan gayanya sendiri. Lara Jean yang tetap berteman dengan Chris, anak yang reputasinya buruk dan tetap memikirkan kebahagian orang lain. Lara yang berusaha agar keadaan rumahnya tetap nyaman setelah Margot pergi dan saya menyukai sifat bingungnya Lara #diketok Lara. 

Untuk bukunya saya menyukai kaver buku ini, sesuai dengan kisahnya yang ternyata merupakan kaver asli, bookmarknya juga lucu unyu. Terjemahan buku ini juga sangat enak dan ngalir (tapi saya agak kurang sreg dengan bahasa budak di rumah Jamila Singh (P.119). Bukankah perbudakan sudah dihapus? agak lebih nyaman jika kata budak itu diganti dengan sesuatu yang lain, tapi hal itu tidak menggangu keasyikan saya membaca. Buku ini juga tidak melulu berurusan dengan surat-suratnya Lara, tapi juga kental dengan suasana kekeluargaan. Keluarga Lara adalah keluarga yang menyenangkan dan saya berharap sekuelnya akan diterjemahkan sesegera mungkin #maksa soalnya masih penasaraaaaannnn.

Dan aku yakin, tiba-tiba aku merasa sangat yakin bahwa semua terjadi seperti yang seharusnya terjadi, bahwa aku tidak harus takut pada perpisahan, karena perpisahan tidak selalu untuk selamanya. (P. 376)

2 komentar:

  1. bentar lagi terbit lanjutannya, bahkan ada PO juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih kak, nggak sabar buat bacaaaa :D

      Hapus

Review Buku di purplebookish.com merupakan pendapat pribadi yang berdasarkan penilaian subjektif terhadap buku yang saya baca. Begitu pula dengan postingan non review yang juga bersifat opini pribadi.

Purplebookish.com tidak memaksakan pembaca untuk setuju dengan semua tulisan yang dipublish. Jika ada yang ingin disampaikan atau berpendapat lain sila menulis di kolom komentar dengan bahasa yang sopan :)

P.s Saya akan menghapus komentar yang tidak berkaitan dengan postingan blog dan spam.

Mohon untuk tidak menyadur/mengcopy sebagian atau seluruh isi blog tanpa ijin :)

Terima Kasih :)


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...