Minggu, 15 November 2015

Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik Untuk Bunuh Diri

Judul : JATUH CINTA ADALAH CARA TERBAIK UNTUK BUNUH DIRI (DAN CERITA-CERITA LAINNYA)
Penulis : Bernard Batubara
Penerbit : Gagasmedia
ISBN : 979-780-771-1
330 halaman, cetakan ke I, 2014
My Rating : 4/5

Blurb


“Aku tidak bersepakat dengan banyak hal, kau tahu. Kecuali, kalau kau bilang bahwa jatuh cinta adalah cara terbaik untuk bunuh diri.

Untuk hal itu, aku setuju.”

Kebanyakan orang lebih senang menceritakan sisi manis dari cinta. Sedikit sekali yang mampu berterus terang mengakui dan mengisahkan sisi gelap cintanya. Padahal, meski tak diinginkan, selalu ada keresahan yang tersembunyi dalam cinta.

Bukankah kisah cinta selalu begitu? Di balik hangat pelukan dan panasnya rindu antara dua orang, selalu tersimpan bagian muram dan tak nyaman. Sementara, setiap orang menginginkan cinta yang tenang-tenang saja.

Cinta adalah manis. Cinta adalah terang. Cinta adalah putih. Cinta adalah senyum. Cinta adalah tawa.

Sayangnya, cinta tak sekadar manis. Cinta tak sekadar terang. Cinta tak melulu tentang senyum dan tawa. Ini kisah cinta yang sedikit berbeda.

Masih beranikah kau untuk jatuh cinta?
Hanya orang yang paling mencintaimu, yang mampu membunuhmu. (P.174)

Dalam persepsi saya, jatuh cinta adalah hal yang indah atau saya seperti kebanyakan orang yang senang membahas cinta dari satu sisi saja, sisi yang disukai, sisi yang menghangatkan hati-- sisi yang manis. Padahal cinta tak melulu menawarkan kebahagiaan. Bagi sebagian orang cinta juga rasa sakit, frustasi, kasih yang tak sampai, cinta kepada orang yang salah dan sisi-sisi tak menyenangkan lainnya. Semua itu saya dapatkan ketika membaca buku ini.

Judulnya yang provokatif membuat saya penasaran. Bagaimana bisa cinta dijadikan jalan terbaik untuk bunuh diri walau memang banyak orang yang siap mati demi cinta. Saya penasaran cinta yang bagaimanakah itu? Ah, saya juga jatuh cinta dengan kaver buku ini, terlepas ungu adalah warna favorit saya.

Buku ini terdiri dari 15 cerita yang semuanya berbicara cinta yang kebanyakan bernuansa muram dan cenderung suram. Tapi itulah yang menjadikan buku ini menarik. Si cinta yang diceritakan juga bukan hanya tentang cinta sepasang kekasih, tapi ada banyak jenis cinta yang membuat saya selalu berakhir dengan kaget atau 'hah' yang berulang. Cerita-cerita di buku ini terdiri dari:

1. Hamidah tak boleh keluar rumah
"Kuberi tahu kau tentang kisah ini, agar kau tak menjadi lelaki berikutnya yang menjadi korban kecantikan perempuan itu. Aku menceritakan ini kepadamu agar kau berhati-hati menjaga istrimu. Istrimu cantik? Jangan biarkan ia keluar rumah."

2. Nyanyian kuntilanak
Mereka menyebutku Kunti, dari kuntilanak.
Dan, jikalau kau mencari di internet tentang sejarah Kota Pontianak, kau akan menemukan kisah tentang seorang sultan yang mengusir kuntilanak dengan sebuh meriam. Dari sanalah konon nama kota itu didapat, dari nama hantu itu. Berjasa pula aku bagi lahirnya sebuah kota ya? Tapi yang harus kau tahu adalah, sesuatu telah disembunyikan dari cerita tentang kota itu. Kau tak bisa percaya segala hal di Internet, kau tahu? Sesuatu itulah yang hendak kuceritakan kepada kalian.

3. Seorang perempuan di Loftus Road
"Aku berharap dia menyadari bahwa aku masih ada. Aku masih hidup. Aku hanya berubah menjadi sebatang pohon karena kelalaiannya sendiri. Aku harap suatu saat dia mendengar suaraku memanggil-manggil namanya saat dia sedang berjalan-jalan di Loftus Road bersama istri dan anaknya."

4. Hujan sudah berhenti
Aku tak sempat mengajak Papa berburu pelangi. Mama menghampiri kami, lalu berbicara kepada Papa dengan suara yang begitu nyaring sehingga aku merasa hujan akan segera turun lagi. Kini, semuanya terasa kian asing. Satu-satunya yang masih terasa akrab bagiku hanyalah hujan. Namun, hujan sudah berhenti.

5. Bayi di tepi sungai Kayu Are
"Siapa ayahmu, wahai bayi putih yang sehat?"
Tak berapa lama, bayi itu menjawab,
"Bukan kau ayahku."
"Jawablah lagi, wahai bayi. Siapa ayahmu?"
"Sebatang pohon tua sungai Kayu Are."

6. Seribu matahari untuk Ariyani
Aku menggambar satu matahari selama seribu hari. Matahari kecil pada hari pertama. Matahari besar di hari keseribu. Ariyani adalah matahari... Ariyani adalah matahari... Ariyani adalah....

7. Langkahan
Lina, adik bungsunya akan dilamar oleh sang kekasih. Mariani bukannya tak bahagia mendengar kabar itu, hanya saja ada sesuatu di dalam hatinya yang menginginkan agar Lina menunda rencana tersebut. Setidaknya sampai ia bisa mencari penyangkalan yang tepat untuk pertanyaan yang keluarganya tujukan, dan sebenarnya juga, ia hujamkan kepada dirinya sendiri: kapan ia menikah? Mariani juga tak sepenuhnya mengerti, mengapa persoalan langkahan ini jadi sedemikian penting baginya.

8. Meriam beranak
Tuhanku penguasa langit, jika suamiku tak kembali dalam tiga purnama, jadikanlah aku sebatang meriam. Agar aku tak mengusik para perempuan dan lelaki di tempat ini. Agar anakku tak bertanya di mana bapaknya lagi.

9. Lukisan Nyai Ontosoroh
Aku tidak tahu apa yang membuatku menjadi sangat tertarik dengan lukisan tersebut. Yang aku tahu, aku bergidik ngeri dan hari-hari berikutnya tidurku dihantui mimpi buruk. Mimpi buruk itu terjadi sejak pada suatu tengah malam aku berdiri di hadapan lukisan itu, memandanginya lekat-lekat, dan tiba-tiba sepasang Nyai Ontosoroh berkedip padaku.

10. Bayang-bayang masa lalu
Kau akan dikutuk menjadi tua dan tak bisa mati sebab kau mencintai manusia yang berseteru dengan kaummu sendiri. Kau akan terus hidup untuk menyaksikan semua yang kau cintai mati dan meninggalkanmu hingga kau akan menyesal telah menentang kaummu, keluargamu.

11. Orang yang paling mencintaimu
Jika ia mencintaiku, apakah suatu hari nanti ia juga akan membunuhku? Mengapa ia belum membunuhku? Apakah sebenarnya ia tidak mecintaiku? Mungkin karena itu aku ingin membunuhnya. Mungkin karena aku tak ingin mengakui bahwa Miranda tidak membunuhku karena ia tidak mencintaiku.

12. Nyctophilia
"Aku tak tahu ada istilah untuk itu. Aku memang lebih menyukai malam hari daripada siang atau pagi karena pada waktu-waktu itu aku masih mengantuk dan tak ingin melakukan apa-apa. Tapi, nyctophilia, hmm, itu terdengar seperti sebuah kelainan."

13. Bulu mata seorang perempuan
Ia ingat, kata ibunya dan orang-orang dahulu, sehelai bulu mata yang gugur dari tempatnya menandakan bahwa ada seseorang yang sedang merindukan pemilik bulu mata tersebut.

14. Menjelang kematian Mustafa
"Aku hanya basa basi, memberimu waktu untuk merasa tenang dan menghabiskan menit-menit terakhirmu dengan percakapan ringan."

15. Jatuh cinta adalah cara terbaik untuk bunuh diri
Kau jatuh cinta kepada manusia, lalu ingin menjadi manusia? Kau sudah tahu caranya. Kau harus bunuh diri. Tentu saja hanya orang bodoh dan ceroboh yang mau bunuh diri demi cinta. 

Saya hampir menyukai seluruh cerita dibuku ini. Cerita favorit saya adalah Hamidah tak boleh keluar rumah. Nyanyian kuntilanak membuat saya tertawa apalagi ketika si Kunti bernyanyi, ah kenapa sultan cepat sekali mengusir Kunti padahal seperti katanya, dia tidak bisa menentukan akan mencintai siapa, manusia atau hantu. Dari buku ini saya juga tahu jatuh cinta berdampak panjang, sangat panjang. Ketika jatuh cinta sudah tak berguna, kita tetap ingin berada didekat orang yang kita cintai walau dia tidak mencintai kita, hal yang dapat membuat kita mati tanpa bunuh diri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Review Buku di purplebookish.com merupakan pendapat pribadi yang berdasarkan penilaian subjektif terhadap buku yang saya baca. Begitu pula dengan postingan non review yang juga bersifat opini pribadi.

Purplebookish.com tidak memaksakan pembaca untuk setuju dengan semua tulisan yang dipublish. Jika ada yang ingin disampaikan atau berpendapat lain sila menulis di kolom komentar dengan bahasa yang sopan :)

P.s Saya akan menghapus komentar yang tidak berkaitan dengan postingan blog dan spam.

Mohon untuk tidak menyadur/mengcopy sebagian atau seluruh isi blog tanpa ijin :)

Terima Kasih :)


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...