Selasa, 12 Januari 2021

Matinya Burung-Burung

Saat ngescroll timeline di twitter aku menemukan potongan chapter yang menarik dari sebuah buku yang berkaitan dengan trending topik saat itu. Langsung saja aku mencari info tentang buku yang akhirnya aku tau berjudul Matinya Burung-Burung dan pas cek di Google play book, ebooknya sedang diskon. Segera dibeli tanpa mikir dua kali #pecintadiskon.

Seperti judulnya buku ini memang terdiri dari cerita-cerita pendek, bahkan beberapa sangat pendek yang nggak masalah dibaca dari chapter mana saja dan kapan saja. Buku ini ditulis oleh Pengarang-pengarang yang berasal dari Amerika Latin dan cocok dibaca saat kita belum bisa pergi atau liburan, tapi kita sudah berkeliling dan mendapatkan gambaran tentang keragaman bentuk atau tema dalam cerita sangat pendek Amerika Latin.

Buku ini terdiri dari 61 cerita pendek yang ditulis 33 pengarang, berikut beberapa cerita pendek favoritku :

Jumat, 08 Januari 2021

My year in books


Sudah 2021 dan blog saya semakin berdebu selaras dengan bacaan yang semakin sedikit. Tahun 2020 saya hanya membaca tujuh buku dari sepuluh buku yang saya targetkan untuk diselesaikan (tapi timbunan semakin menggunung *sigh).

Buku-buku yang saya selesaikan enam diantaranya adalah fiksi dan satu non fiksi yang membahas tentang lipstick. Rating tertinggi yang saya berikan adalah Finn yang ditulis Honey Dee dan sudah saya review juga di blog (satu-satunya buku yang saya review tahun lalu). Saya juga sulit menamatkan bacaan karena kedistrack hal lain, seperti drakor dan sosmed *plak. Saya juga lebih sering mendengarkan podcast atau membaca artikel di medium.com.

Saya sangat menyukai buku ini karena membahas tema yang masih jarang, yaitu Autisme. Selain itu, buku pertama yang saya baca di 2020 adalah Ganjil Genapnya Almira Bestari yang sampai saat ini saya bingung mau memberikan rating berapa karena saking kesal dengan endingnya. Dirt on my booksnya Titi Sanaria buku yang terakhir saya review di goodreads. Akhir-akhir ini saya lebih suka mereview buku di goodreads daripada di blog (lebih gampang aja sih sebenarnya).

Rabu, 29 April 2020

Finn by Honey Dee


Finally, saya bisa update blog lagi setelah sekian lama, terakhir saya update pada September 2017 #dikeplak, selain itu saya juga sudah jarang membaca buku. Membaca buku butuh waktu lama untuk saya selesaikan, karena itulah saya sekarang lebih sering mendengarkan podcast atau nangkring di youtube. Oke cukup dengan intro saya yang nggak penting dan langsung saja kita bahas buku yang baru saja saya selesaikan.

Nggak ada hidup yang sempurna. hidup memang begini, penuh cacat dan kekurangan.

Menceritakan tentang Elizabeth Bachtiar yang berusaha lari dari hidup dan rasa bersalah atas kematian Arthur, adiknya. Di Facebook, Liz berkenalan dengan Andika Gautama yang sedang mencari terapis untuk Finn, adiknya yang Autis. Lizpun menyanggupi dan segera terbang ke Balik Papan.

Finn, penderita autis yang baru saja kehilangan Ibu kesayangannya, Ibu Montik dan harus berhadapan dengan Ayahnya yang seringkali melampiaskan kemarahan dengan pukulan dan makian. Sebenarnya saat diasuh Ibu Montik, Finn banyak memberikan tanda-tanda positif. Finn juga dapat berbicara sederhana dan berinteraksi, tapi semuanya hilang dan Finn sering tantrum dengan membenturkan kepala ke dinding.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...